Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memastikan pembangunan fisik Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kelok 23 yang menghubungkan Bantul dan Gunungkidul telah selesai, dengan progres pengerjaan mencapai 99,6 persen. Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyebut jalur sepanjang lima kilometer ini akan menjadi jalan alternatif yang memecah kemacetan dan memangkas waktu tempuh wisatawan menuju Pantai Selatan. Rencananya, ruas jalan yang mulai dibangun Agustus 2023 ini akan resmi dibuka untuk umum pada September mendatang.
GUNUNGKIDUL — Ruas jalan baru sepanjang lima kilometer yang menghubungkan Kalurahan Girijati, Kapanewon Purwosari, Gunungkidul dengan Kapanewon Kretek, Bantul, diproyeksikan menjadi jalur pemecah kemacetan utama bagi wisatawan yang melintasi jalur selatan. Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyatakan target pengerjaan fisik proyek Kelok 23 telah tuntas setelah dimulai sejak Agustus 2023.
"Target pengerjaan sudah selesai, yang dimulai sejak bulan Agustus tahun 2023," kata Endah di Gunungkidul, Jumat.
Porsi Jalan di Gunungkidul Capai 1,9 Kilometer
Dari total panjang ruas Kelok 23 yang membentang di dua kabupaten, wilayah Gunungkidul mendapat porsi 1,9 kilometer, sementara sisanya berada di wilayah Bantul. Kepastian progres pembangunan ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRP) Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto.
"Berdasarkan laporan satuan kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Kementerian PU, pengerjaan fisik proyek tersebut telah mencapai 99,6 persen," ujar Rakhmadian.
Jalur Baru untuk Akses Lebih Cepat ke Pantai Selatan
Endah menjelaskan, keberadaan infrastruktur ini tidak hanya sekadar memecah kepadatan kendaraan dari arah Bantul, tetapi juga memberikan dampak langsung pada sektor pariwisata. Wisatawan yang hendak berkunjung ke destinasi Pantai Selatan di Gunungkidul akan mendapatkan akses yang lebih mudah, cepat, dan aman dibandingkan melalui jalur lama yang kerap padat.
"Ini juga akan memudahkan wisatawan, utamanya yang datang ke Pantai Selatan, untuk mendapatkan akses yang lebih mudah, lebih cepat, dan lebih aman," katanya.
Tiga Titik Gardu Pandang Disiapkan untuk UMKM
Dalam peninjauan langsung ke lokasi pada Jumat, jajaran Pemkab Gunungkidul mengidentifikasi tiga titik gardu pandang yang potensial dikembangkan. Dua titik di antaranya masih menjadi aset milik Pemkab Bantul, sementara satu titik lainnya berupa gardu pandang dan rest area yang berada di lahan milik dua kabupaten.
Endah mengungkapkan, lokasi rest area tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai gerai produk UMKM Gunungkidul. Pemanfaatan lahan ini akan dikoordinasikan dengan Pemkab Bantul mengingat status tanahnya yang menjadi kewenangan dua wilayah.
"Di dalamnya nanti insya Allah juga akan ada rest area yang bisa untuk gerainya UMKM," ujarnya.
Target Investor dan Land Banking
Beroperasinya Kelok 23 juga diharapkan menarik minat investor untuk menanamkan modal di kawasan sekitar. Endah menegaskan bahwa aset yang telah dibangun tidak boleh dibiarkan tanpa nilai ekonomi, sehingga kawasan ini akan dijadikan bagian dari land banking yang siap ditawarkan kepada calon investor.
"Jangan sampai ada aset yang tidak berefek ekonominya, sehingga nanti ini akan kita jadikan bagian dari land banking kita yang mudah-mudahan ada investor yang tertarik untuk berinvestasi," ujarnya.
Pembukaan ruas jalan ini direncanakan pada September mendatang, bertepatan dengan mulai beroperasinya jalur penghubung antarwilayah tersebut.