DI YOGYAKARTA — Di balik popularitas Toyota 2JZ-GTE dan Nissan RB26DETT, segudang mesin JDM lain diam-diam punya potensi besar. Sebagian besar jarang dibahas, padahal karakter dan tenaganya mampu bersaing. Berikut tujuh mesin yang layak mendapat sorotan lebih.
Mitsubishi 4G63T: Ikon Tuning dari Lancer Evolution
Mesin 2.0 liter turbo ini terkenal lewat Lancer Evolution. Blok besi cor dan kepala aluminium membuatnya sangat kuat. Dengan modifikasi ringan, tenaga bisa melonjak drastis. Di Indonesia, mesin ini banyak dijumpai pada Evolution III hingga VI.
Nissan SR20DET: Andalan Silvia dan 180SX
SR20DET 2.0 liter turbo dari Nissan menjadi pilihan populer bagi drifter. Responsif dan mudah di-tune. Di pasar lokal, mesin ini sering menjadi jantung pengganti untuk berbagai proyek restomod.
Honda B18C: VTEC yang Agresif
B18C dari Honda Integra Type R punya putaran atas yang luar biasa. VTC memberikan karakter tajam di rpm tinggi. Mesin ini menjadi favorit pecinta NA.
Mazda 13B-REW: Rotary yang Unik
Mesin rotary 1.3 liter twin-turbo dari RX-7 ini suaranya khas dan ringan. Tenaga spesifiknya sangat tinggi. Meski perawatannya khusus, performanya tak diragukan.
Toyota 1JZ-GTE: Adik 2JZ yang Tangguh
1JZ-GTE 2.5 liter turbo sering dianggap sebagai versi lebih kecil dari 2JZ. Padahal, potensinya besar dan biaya lebih terjangkau. Banyak dipakai di Chaser, Cresta, dan Mark II.
Subaru EJ20: Boxer Turbo dari Impreza
EJ20 2.0 liter boxer turbo dari Subaru Impreza WRX/STi punya karakter unik dengan suara khas. Handling mobil jadi lebih baik karena flat engine. Di Indonesia, mesin ini cukup langka namun diminati.
Daihatsu 3S-GTE: Mesin Kecil Berpower Besar
3S-GTE 2.0 liter turbo dari Toyota (digunakan pada Celica GT-Four, MR2, dan Caldina) sering terlewatkan. Padahal, tenaga standar mencapai 260 hp. Bobot ringan membuat akselerasi impresif.
Ketujuh mesin ini membuktikan bahwa dunia JDM tidak melulu soal 2JZ dan RB26. Dengan perawatan yang tepat, mereka bisa menjadi jantung pacu yang tangguh dan menyenangkan untuk dimodifikasi.