Pencarian

Jagongan Kopi di Bantul Buktikan Konsep Klasik dan Gerobak Rp 60 Ribu Mampu Bertahan di Tengah Maraknya Kedai Modern

Kamis, 16 Juli 2026 • 19:51:31 WIB
Jagongan Kopi di Bantul Buktikan Konsep Klasik dan Gerobak Rp 60 Ribu Mampu Bertahan di Tengah Maraknya Kedai Modern
Suasana klasik kedai Jagongan Kopi di Bantul tetap dipertahankan dengan lemari kayu seharga Rp60.000 yang masih terawat.

BANTUL — Bermodal gerobak sederhana pada 2017, Jagongan Kopi kini bertransformasi menjadi rumah singgah bagi penikmat kopi di Bantul. Kedai yang berlokasi di Jl. Jogoripon, Jaranan, Panggungharjo, Kecamatan Sewon ini justru memilih mempertahankan nuansa klasik coffeeshop era 2016-2017, alih-alih mengikuti tren minimalis.

Berawal dari Gerobak, Kini Punya Mesin Roasting Sendiri

Jagongan Kopi lahir dari inisiatif Mas Tatang yang memulai semuanya dengan sebuah gerobak. Perjalanan itu berlanjut ketika Dika bergabung pada 2019 untuk menyewa tempat bergaya tradisional yang hingga kini masih mereka tempati.

“Kita tuh berlima kaya membangun circle gitu, walaupun awalnya yang mulai Mas Tatang pakai gerobak terus tahun 2019 tuh aku baru join buat nyewa tempat ini,” ujar Dika, salah satu owner Jagongan Kopi, Selasa (14/07/2026).

Perkembangan kedai ini melampaui ekspektasi awal. Kini mereka sudah memiliki mesin roasting sendiri untuk menjaga kualitas produk. Namun, kesederhanaan awal tetap dipertahankan, salah satunya lewat lemari kayu legendaris yang dibeli seharga Rp 60.000 dan masih terawat hingga sekarang.

“Kita semua tuh mengalir aja prinsipnya. Nggak ada loh dibayangan kita kalo bisa punya mesin roasting sendiri yang harganya berjuta-juta, lemari kayu ini yang percaya atau nggak harganya 60.000. semua pokoknya jalanin aja,” tambah Dika.

Filosofi ‘Jagong’: Bukan Sekadar Menjual Kopi

Nama Jagongan Kopi diambil dari bahasa Jawa, “Jagong”, yang berarti berkumpul atau nongkrong. Filosofi itu dihidupkan melalui pelayanan yang mengutamakan kenyamanan pengunjung.

“Kita tuh pengen temen-temen yang datang kesini tuh merasa dihargai dan nggak takut sendirian mau kamu pakai sarung ataupun sandal juga fine-fine aja,” kata Dika.

Alih-alih mengandalkan strategi marketing modern, Jagongan Kopi memilih manajemen organik. Mereka mempercayai kekuatan relasi langsung dan pelayanan prima untuk menghidupkan suasana warung.

“Warung supaya ramai itu dibuat dan diciptakan, dan untuk menciptakan keramaian itu kami memberikan service yang excellent. Jadi, kami tidak hanya menjual produk, tapi juga menjual jasa yang lebih banyak porsinya,” imbuh Dika.

Menu Andalan: ‘Biji Kopi Rahasia’ yang Selalu Ludes

Sebagai kedai spesialis kopi, Jagongan menawarkan variasi menu berbasis robusta dan arabika. Uniknya, dari sekian banyak pilihan, varian yang paling berkualitas dan selalu laku keras hingga habis duluan adalah menu “biji kopi rahasia”.

Melalui komitmen pelayanan yang membumi, Dika menjamin setiap pengunjung akan merasa nyaman layaknya berada di rumah teman sendiri. Tak heran jika Jagongan Kopi mendefinisikan diri mereka dalam satu kata yang hangat: Rumah.

Bagikan
Sumber: radiostar.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks