KULON PROGO — Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Aris Syarifuddin, menekankan pentingnya produktivitas sektor pertanian pascapanen padi dan palawija. Menurutnya, lahan tidak boleh dibiarkan menganggur agar siklus produksi pangan tetap terjaga sepanjang tahun.
"Kami mendorong kawan-kawan petani dan warga di kampung-kampung untuk memanfaatkan lahan yang ada. Jangan sampai ada lahan yang menganggur," ujar Aris di Kulon Progo, Selasa.
Optimalisasi Lahan untuk Stok Pangan dan Ekonomi Warga
Aris menyebut, optimalisasi lahan produktif menjadi salah satu strategi efektif untuk memperkuat stok pangan lokal sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Ia meminta pemerintah kalurahan lebih proaktif dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada warganya.
"Perlu ada dorongan dari pemerintah, khususnya pemerintah kalurahan, untuk memberikan edukasi kepada warganya agar lahan-lahan kosong tidak dibiarkan tidak produktif. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga," katanya.
Infrastruktur Pendukung: Rp 141 Miliar untuk Jalan Usaha Tani
Di sisi lain, Anggota DPRD Kulon Progo, Tukijan, mendukung penuh program pembangunan jalan usaha tani (JUT) untuk memperkuat ketahanan pangan dan menggerakkan ekonomi kerakyatan. Salah satu proyek yang direalisasikan tahun ini adalah JUT Kalurahan Jatirejo di Kapanewon Lendah.
"Kami sangat mendukung program ini dan berharap program terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bersama DPRD," ujar Tukijan.
Proyek infrastruktur pertanian tersebut bersumber dari dana aspirasi DPRD melalui APBD Murni Anggaran 2026. Nilai pagu anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan akses vital ini mencapai Rp 141 miliar.
Sinergi Desa dan DPRD untuk Konektivitas Petani
Tukijan menegaskan, pembangunan JUT adalah wujud nyata dari aspirasi masyarakat yang diperjuangkan agar konektivitas di sektor pertanian semakin membaik. Dengan infrastruktur yang lebih baik, distribusi sarana produksi maupun hasil panen diharapkan tidak lagi terkendala.
"Kami ingin memastikan petani tidak lagi mengalami kendala dalam distribusi sarana produksi maupun hasil panen," kata Tukijan.