BANTUL — KSM Pilah Berkah menghimpun sampah terpilah dari bank sampah unit tingkat RT di Kasihan, Bantul, untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif. Kegiatan panen sampah di Bank Sampah Cempaka Buana, Minggu (19/7/2026), menjadi salah satu rutinitas yang mencatat hasil timbangan melalui aplikasi digital.
Harga Sampah Anorganik dan Mekanisme Pengolahan
Setiap jenis sampah memiliki nilai jual berbeda. Botol plastik dihargai Rp 2.200 per kilogram, sementara kardus berkisar Rp 1.200 hingga Rp 1.500 per kilogram. Sampah yang sudah terkumpul kemudian diolah melalui dua teknologi: pirolisis untuk menghasilkan bahan bakar alternatif, dan insinerasi untuk residu yang tersisa.
Pirolisis dan Insinerasi: Solusi Sampah Residu
Proses pirolisis memanaskan sampah plastik tanpa oksigen sehingga menghasilkan minyak bakar yang bisa digunakan kembali. Sementara itu, insinerasi membakar sampah residu yang tidak bisa didaur ulang, mengurangi volume sampah secara signifikan sebelum dikirim ke TPA. Kedua metode ini menjadi kunci untuk menekan timbulan sampah di Bantul.
Peran Aplikasi Digital dalam Pencatatan
Petugas mencatat hasil penimbangan sampah menggunakan aplikasi saat panen sampah. Sistem digital ini memungkinkan data volume dan jenis sampah tercatat secara real-time, memudahkan pengelolaan dan transparansi bagi anggota KSM Pilah Berkah.
Inisiatif KSM Pilah Berkah ini menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis komunitas yang mengintegrasikan aspek ekonomi dan lingkungan. Dengan harga beli yang kompetitif, warga RT setempat terdorong untuk memilah sampah dari rumah, sehingga mengurangi beban TPA Piyungan yang selama ini menjadi andalan utama pembuangan sampah di DIY.