Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Nunuk Setyowati mengungkapkan kelima SD yang terdampak regrouping tersebar di empat kecamatan. Proses penggabungan dimulai dengan menghentikan penerimaan peserta didik baru di sekolah-sekolah tersebut selama beberapa tahun terakhir.
Berikut daftar lengkap SD yang digabung:
- SD Negeri Sambeng II digabung dengan SD Negeri Sambeng I
- SD Negeri Widoro Semin digabung dengan SD Negeri Sumberejo Semin
- SD Negeri Kemiri I Tanjungsari digabung dengan SD Negeri Kemiri II Tanjungsari
- SD Negeri Jaten Tanjungsari digabung dengan SD Negeri Gatak Tanjungsari
- SD Negeri Gelaran III Karangmojo digabung dengan SD Negeri Banyubening I Karangmojo
Nasib Siswa: Bisa Pilih Sekolah Terdekat
Nunuk menegaskan siswa tidak wajib bersekolah di sekolah hasil penggabungan. Mereka diberikan keleluasaan memilih SD lain yang lokasinya lebih dekat dan mudah dijangkau dari tempat tinggal.
"Kalau lokasi sekolah hasil regrouping dirasa lebih jauh, siswa boleh memilih SD lain yang lebih dekat. Tidak harus bersekolah di sekolah hasil penggabungan tersebut," ujarnya di Gunungkidul, Senin.
Fokus Regrouping: Penggabungan Aset Sekolah
Proses regrouping lebih difokuskan pada penggabungan aset sekolah, bukan sekadar memindahkan siswa. Disdik masih melakukan pendataan jumlah peserta didik SD, baik melalui jalur luring maupun daring, hingga awal tahun ajaran baru.
"Jadi terkait jumlahnya memang belum pasti karena masih menunggu proses pendataan," kata Nunuk.
Proses Panjang Sebelum Keputusan Diambil
Kepala Bidang SD Disdik Gunungkidul Asbani menjelaskan kebijakan ini tidak mendadak. Regrouping melalui kajian matang, sosialisasi ke masyarakat, hingga penghentian penerimaan peserta didik baru di sekolah-sekolah tersebut selama beberapa tahun terakhir.
"Kekurangan murid, sehingga terpaksa dilakukan penggabungan sekolah," katanya.