Pencarian

China Hentikan Insentif Pajak Mobil Hybrid Mulai 2027, Setali Tiga Uang dengan Rencana Indonesia

Senin, 13 Juli 2026 • 13:08:01 WIB
China Hentikan Insentif Pajak Mobil Hybrid Mulai 2027, Setali Tiga Uang dengan Rencana Indonesia
China resmi hentikan insentif pajak untuk mobil hybrid mulai 2027 guna fokus pada kendaraan listrik murni.

DI YOGYAKARTA — Kebijakan terbaru dari Beijing ini bukanlah keputusan mendadak. Pemerintah China menilai bahwa insentif selama ini perlu dikerucutkan agar tepat sasaran, hanya untuk teknologi yang benar-benar bebas emisi. Plug-in hybrid dan extended-range dianggap masih menyisakan ketergantungan pada bahan bakar fosil, meski dalam kadar yang lebih rendah.

Fokus Penuh pada BEV Mulai 2027

Mulai tahun depan, kendaraan PHEV dan EREV tidak lagi masuk dalam kategori New Energy Vehicles (NEVs) yang mendapatkan keringanan pajak tahunan. Langkah ini sekaligus menegaskan arah industri otomotif China yang semakin agresif menuju elektrifikasi penuh.

Keputusan ini diambil di tengah dominasi China sebagai pasar mobil listrik terbesar dunia. Produsen seperti BYD, NIO, dan Xpeng pun dipacu untuk mempercepat pengembangan BEV murni tanpa kompromi.

Indonesia Tak Ketinggalan, Subsidi Hybrid Dihentikan 2026

Di dalam negeri, sinyal serupa sudah terdengar sejak Mei lalu. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa skema insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hanya akan menyasar kendaraan listrik murni. Skema ini bervariasi antara 40 persen hingga 100 persen, tergantung jenis baterai yang digunakan.

Pemerintah menargetkan kuota awal 200.000 unit kendaraan listrik, terbagi rata untuk mobil dan motor. Sementara itu, mobil hybrid saat ini masih menikmati PPnBM Ditanggung Pemerintah sebesar 3 persen, namun nasib insentif itu untuk 2026 masih belum jelas.

Dukungan Industri dan Alasan di Balik Perubahan Arah

Asosiasi industri melalui Periklindo menyatakan sepakat bahwa fokus pengembangan semestinya mengarah ke BEV. Kendaraan listrik murni dinilai memiliki potensi lebih besar dalam mendukung transisi energi karena benar-benar lepas dari bahan bakar fosil selama operasional.

Bagi pemerintah, memberikan perhatian lebih pada teknologi yang didukung energi baru terbarukan adalah kunci optimalisasi penggunaan energi bersih di masa depan. Langkah China dan Indonesia yang berbarengan ini menunjukkan bahwa era subsidi untuk mobil hybrid tengah menuju ke penghujungnya.

Bagikan
Sumber: suara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks