Pencarian

DP3 Sleman Perkuat Kapasitas 2.000 Kelompok Tani dan 614 KWT, Fokus pada Wirausaha Muda Hortikultura

Senin, 13 Juli 2026 • 11:51:31 WIB
DP3 Sleman Perkuat Kapasitas 2.000 Kelompok Tani dan 614 KWT, Fokus pada Wirausaha Muda Hortikultura
DP3 Sleman menggelar pelatihan dan bimtek untuk meningkatkan kapasitas 2.000 kelompok tani dan 614 KWT.

SLEMAN — Kepala DP3 Sleman Liem Astuti menegaskan bahwa peningkatan kapasitas petani bukan sekadar agenda seremonial. Pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) dirancang agar petani mampu merencanakan usaha taninya secara tepat, mulai dari pemilihan komoditas hingga strategi pemasaran.

Metode Aplikatif: Dari Ruang Kelas ke Demplot

Metode pembelajaran yang diterapkan tidak hanya teori di dalam ruangan. DP3 Sleman menggelar bimtek, pelatihan, serta kunjungan ke demplot atau uji coba pertanaman.

"Dengan cara seperti itu, petani tidak hanya belajar di ruangan, tetapi mereka tahu contoh praktik yang baik dan bagaimana kondisi eksisting di lapangan," kata Liem di Sleman, Minggu.

Regenerasi Petani: Hortikultura Jadi Primadona Milenial

Salah satu tantangan terbesar sektor pertanian adalah regenerasi petani. DP3 Sleman fokus menumbuhkan minat wirausaha muda dengan menyajikan informasi komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Liem menyebut, sektor hortikultura seperti budidaya melon, semangka, dan tanaman hias menjadi yang paling banyak diminati oleh wirausaha muda di Sleman. Sektor peternakan dan perikanan juga ditawarkan sebagai pilihan pengembangan.

Enam Bidang Teknis dan Satu Sekretariat

Upaya peningkatan kapasitas ini dilakukan melalui enam bidang teknis dan satu sekretariat di lingkungan DP3 Sleman. Pendekatan pembinaan bersifat berbasis komoditas dan pola tanam yang diusahakan masing-masing kelompok, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, hingga perikanan dan peternakan.

"Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang lebih modern dan berorientasi bisnis, sehingga sektor pertanian di Sleman tetap berkelanjutan dan menjadi daya tarik bagi generasi milenial," ujar Liem.

Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks