Pencarian

Prabowo Beberkan Hasil Pembersihan BUMN: 240 Perusahaan Tutup, Negara Hemat Rp 70 Triliun

Minggu, 12 Juli 2026 • 12:52:31 WIB
Prabowo Beberkan Hasil Pembersihan BUMN: 240 Perusahaan Tutup, Negara Hemat Rp 70 Triliun
Prabowo ungkap 240 BUMN ditutup, negara hemat Rp 70 triliun.

DI YOGYAKARTA — Dalam pidato yang dipantau dari YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (10/6/2026), Prabowo menyampaikan kabar positif. Beberapa BUMN yang selama puluhan tahun mencatat kerugian kini mulai membukukan laba.

"Saya dapat laporan bahwa beberapa BUMN yang sekian puluh tahun rugi, rugi, rugi, tahun ini mulai untung, saudara-saudara sekalian. Mulai untung ya," ujar Prabowo.

Prabowo mengaitkan perbaikan ini dengan kerja BPI Danantara. Sebelum dibenahi, ia menyebut BUMN kerap dijadikan sarang korupsi dan tempat menyembunyikan uang negara.

Kaget Jumlah BUMN Tembus Ribuan, Prabowo: Itu Cara Mereka Sembunyi

Salah satu temuan mengejutkan bagi Prabowo adalah jumlah BUMN yang mencapai 1.077 perusahaan, termasuk anak, cucu, hingga cicit usaha. Padahal, perkiraannya hanya sekitar 400 perusahaan.

"Begitu saya dilantik jadi presiden baru saya diberitahu BUMN kita 1.077. Itu pun jangan-jangan ada lagi anak perusahaan, ada lagi cucu perusahaan, ada lagi cicit perusahaan. Dan itu adalah cara mereka untuk sembunyi, sembunyiin uang negara, sembunyiin uang rakyat. Ini kita tertibkan," ungkapnya.

Efisiensi Rp 70 Triliun dari Penutupan Ratusan Entitas

Langkah penertiban dilakukan dengan menutup perusahaan yang terus merugi. Hingga saat ini, Danantara sudah menutup 240 BUMN dan menargetkan angka 250 pada akhir Juli 2026.

Dari penutupan tersebut, negara berhasil menghemat hampir Rp 70 triliun. Angka ini menunjukkan dampak langsung dari pemangkasan entitas yang tidak produktif dan membebani keuangan negara.

Prabowo mengaku besar hati dengan laporan yang diterimanya. "Saya juga merasa besar hati bangga, berapa hari ini saya dapat laporan-laporan hasil, hasil-hasil yang kita dapatkan. BUMN-BUMN yang merupakan sarang korupsi puluhan tahun, sedikit demi sedikit mulai kita benahi," katanya.

Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks