Pencarian

Saham JECX Langsung Auto Rejection 24,8% di Debut Perdana, Jadi Emiten Ketiga di 2026

Selasa, 07 Juli 2026 • 09:48:31 WIB
Saham JECX Langsung Auto Rejection 24,8% di Debut Perdana, Jadi Emiten Ketiga di 2026
Saham JECX mencatat auto rejection atas 24,8% pada hari debut di Bursa Efek Indonesia.

DI YOGYAKARTA — Minat investor terhadap saham JECX sudah terlihat sejak masa penawaran umum. Penjatahan terpusat (pooling allotment) tercatat kelebihan permintaan hingga 62,5 kali, dengan total pemesan mencapai 555.699 investor. Volume perdagangan di hari pertama pun tercatat 1.640 lot dengan nilai transaksi Rp 260,99 juta dan frekuensi 1.560 kali.

Dana IPO Rp 609,98 Miliar untuk Ekspansi dan Modal Kerja

Dalam aksi korporasi ini, JECX melepas 487.983.500 saham, setara 15% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Jumlah itu terdiri dari 325.322.300 saham baru (10%) dan 162.661.200 saham divestasi milik Waldensius Girsang (5%).

Dari penawaran tersebut, perseroan mengantongi dana segar Rp 609,98 miliar. Rinciannya, Rp 406,65 miliar berasal dari penerbitan saham baru, sementara Rp 203,33 miliar merupakan hasil penjualan saham divestasi. Dengan harga IPO Rp 1.250 per saham, kapitalisasi pasar JECX saat pencatatan perdana mencapai Rp 4,07 triliun.

Strategi Ekspansi JEC: Dari Kedoya hingga Sulawesi

Presiden Direktur PT Nitrasanata Dharma Tbk Johan Hutauruk mengatakan dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan bisnis. "Perseroan berharap dapat memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan JEC, dengan tetap mengedepankan semangat Care with Experience," ujar Johan dalam keterangan resmi.

JEC sendiri memulai perjalanannya dari sebuah klinik kecil hingga berganti nama menjadi Jakarta Eye Center pada 1993. Kini, perusahaan telah berkembang menjadi rumah sakit khusus mata dengan teknologi medis modern. Ekspansi mulai gencar dilakukan sejak 2012, diawali dengan pembangunan gedung rumah sakit berkonsep hospitel dan green building di Kedoya, Jakarta Barat.

Sejak 2015, jaringan JEC terus diperluas melalui pembukaan klinik dan rumah sakit baru, merger, akuisisi, hingga kemitraan strategis. Cakupan layanannya kini menjangkau Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Sulawesi.

Apa Artinya bagi Investor dan Industri Rumah Sakit?

Debut JECX yang langsung ARA menunjukkan tingginya apetite investor terhadap sektor kesehatan di pasar modal. Dengan dana IPO yang cukup besar, JEC memiliki modal untuk mempercepat ekspansi dan memperkuat posisinya sebagai jaringan layanan mata terintegrasi berskala nasional.

Bagi investor, aksi korporasi ini menjadi sinyal bahwa sektor rumah sakit spesialisasi masih menjadi primadona, terutama yang memiliki rencana ekspansi jelas dan rekam jejak operasional panjang. Namun, tetap perlu dicermati kemampuan perusahaan dalam merealisasikan target ekspansi dan menjaga profitabilitas ke depan.

Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks