Pencarian

Tesla Cybercab Mulai Diproduksi Massal, Tapi Belum Bisa Dijual dan Belum Bisa Melaju Sendiri

Selasa, 07 Juli 2026 • 08:18:01 WIB
Tesla Cybercab Mulai Diproduksi Massal, Tapi Belum Bisa Dijual dan Belum Bisa Melaju Sendiri
Tesla Cybercab mulai diproduksi massal namun belum dapat dijual maupun beroperasi secara otonom.

DI YOGYAKARTA — Pabrikan asal Amerika Serikat itu mengkonfirmasi produksi berkelanjutan Cybercab pada panggilan pendapatan Q1 2026. Elon Musk menyebut kurva produksi akan melambat di awal dan meningkat drastis menjelang akhir tahun. Namun, kendaraan roda dua kursi tanpa setir ini hanya akan menjadi pajangan di halaman pabrik selama perangkat lunak otonomnya belum rampung.

Robotaxi Austin Hanya 50 Unit, Armada Tanpa Pengemudi Justru Menyusut

Setelah setahun layanan Robotaxi berjalan di Austin, jumlah armada yang benar-benar beroperasi tanpa pengemudi malah mengecil. Data Electrek mencatat puncak armada tanpa pengawas hanya sekitar 25 unit dan kini turun menjadi 14 unit. Pejabat kota Austin memperkirakan total armada Tesla di kota itu hanya sekitar 50 kendaraan.

Tesla memang memperluas peta operasional Austin ke seluruh area metropolitan, tapi dengan hanya 20 mobil yang berjalan, perluasan itu tidak banyak membantu penumpang. Perusahaan kemudian membuat geofence serupa di Dallas, Houston, dan baru-baru ini Miami — pasar pertama di luar Texas.

Bukan Masalah Pabrik, Tapi Perangkat Lunak yang Belum Siap

Elon Musk sendiri mengakui bahwa validasi keselamatan menjadi faktor pembatas ekspansi Robotaxi. Dalam panggilan pendapatan Q1 2026, ia mengatakan Tesla menahan laju sampai FSD v15 yang ditulis ulang dari nol siap — ditargetkan akhir 2026 atau awal 2027. Armada dengan pengawasan Tesla tercatat mengalami kecelakaan empat kali lebih sering dibanding rata-rata pengemudi manusia, dan perusahaan telah melaporkan sejumlah insiden ke NHTSA di Austin.

Musk juga mengakui bahwa Robotaxi "kemungkinan tidak akan menghasilkan pendapatan material hingga setidaknya 2027." Artinya, setiap Cybercab yang keluar dari jalur perakitan tidak menyelesaikan masalah inti: perangkat lunak otonom yang bisa diandalkan.

Strategi Tanpa Setir: Mengulang Pola Stalk yang Dihapus

Ini bukan pertama kalinya Tesla terlalu percaya diri dengan asumsi teknologinya. Pada Model 3, perusahaan menghapus tuas sein demi interior yang lebih bersih dan siap otonom. Hasilnya? Pengemudi membenci, peringkat keselamatan turun, dan Wakil Presiden Teknik Lars Moravy akhirnya mengaku "terlalu banyak yang dihapus." Tesla kemudian menjual retrofit tuas sein seharga US$ 595.

Cybercab mengulang pola yang sama dalam skala lebih besar. Setir dihilangkan karena Tesla yakin otonomi akan selesai tepat waktu. Kenyataannya, tidak.

Kamera Saja Tidak Cukup? Bukti dari Lapangan

Tesla bertaruh penuh pada pendekatan kamera saja — tanpa radar atau lidar. Namun, perusahaan yang benar-benar menjalankan mobil tanpa pengemudi dalam skala besar menggunakan sensor tambahan itu. Deploy Robotaxi Tesla setelah setahun berjalan belum menjadi bukti bahwa pendekatan vision-only sudah matang. Kendala nyata ada di tumpukan perangkat lunak dan sensor, bukan di jalur perakitan.

Dalam waktu dekat, Cybercab hanya akan beroperasi di zona robotaxi kecil yang sudah digambar Tesla di Austin, Houston, Dallas, dan Miami. Tidak ada skenario di mana Tesla menjual mobil tanpa setir ke pembeli pribadi sebelum kendaraan itu bisa berjalan tanpa pengawas di area terbatasnya sendiri.

Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks