Pencarian

Pakar Bongkar Alasan Pertamina Tak Ikutkan Pertamax dalam Penurunan Harga BBM Meski Minyak Dunia Turun

Minggu, 05 Juli 2026 • 13:17:01 WIB
Pakar Bongkar Alasan Pertamina Tak Ikutkan Pertamax dalam Penurunan Harga BBM Meski Minyak Dunia Turun
Pakar menjelaskan Pertamina prioritaskan pemulihan margin sebelum menurunkan harga Pertamax.

DI YOGYAKARTA — Kebijakan Pertamina mempertahankan harga Pertamax di tengah tren penurunan harga minyak dunia memicu pertanyaan di kalangan konsumen dan pengamat energi. Seorang pakar yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa strategi ini merupakan bagian dari rencana restrukturisasi margin perusahaan. Menurutnya, Pertamina tengah berupaya mengejar ketertinggalan pendapatan setelah periode harga minyak tinggi yang membebani biaya produksi dan distribusi.

Margin Perusahaan Jadi Prioritas Utama

Penjelasan pakar tersebut menegaskan bahwa tekanan terhadap margin Pertamina sudah berlangsung sejak semester kedua tahun lalu. Ketika harga minyak mentah melonjak, Pertamina tidak serta-merta menaikkan harga jual Pertamax ke level ideal karena mempertimbangkan daya beli masyarakat. Akibatnya, selisih antara biaya produksi dan harga jual menjadi sangat tipis, bahkan di beberapa titik merugi.

"Sekarang harga minyak turun, ini momentum bagi Pertamina untuk merecovery margin yang hilang. Bukan berarti mereka tidak mau menurunkan harga, tapi prioritasnya adalah memperkuat fundamental keuangan dulu," ujar pakar tersebut dalam diskusi tertutup, pekan lalu.

Dampak ke Konsumen dan Pilihan BBM Alternatif

Keputusan ini berarti pengguna Pertamax harus tetap membayar harga yang sama seperti saat harga minyak masih tinggi. Bagi konsumen yang sensitif terhadap harga, opsi beralih ke Pertalite atau produk BBM nonsubsidi lain dari kompetitor bisa menjadi pertimbangan. Namun, pakar mengingatkan bahwa kualitas oktan dan performa mesin tetap menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan, terutama bagi kendaraan dengan rasio kompresi tinggi.

Pertamina sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai kapan atau dalam kondisi seperti apa harga Pertamax akan ditinjau ulang. Yang jelas, kebijakan ini menunjukkan bahwa perusahaan BUMN tersebut lebih memilih stabilitas jangka panjang ketimbang penyesuaian jangka pendek yang fluktuatif.

Perbandingan dengan Kebijakan BBM di Negara Lain

Pakar juga menyoroti bahwa praktik menahan harga BBM nonsubsidi saat harga minyak turun bukan hal baru. Beberapa negara produsen minyak seperti Malaysia dan Meksiko kerap melakukan hal serupa untuk menjaga pendapatan negara. "Ini soal timing dan prioritas. Kalau kondisi keuangan perusahaan sudah pulih, baru harga bisa turun. Tapi kalau dipaksakan turun sekarang, risiko defisit di kuartal berikutnya jadi lebih besar," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks