YOGYAKARTA — KAI Commuter mencatat jumlah pengguna Commuter Line di wilayah Yogyakarta-Solo mencapai sekitar 360 ribu penumpang hingga 30 Juni 2026. Angka itu meningkat sekitar 30 persen dibandingkan hari normal selama periode libur sekolah yang berlangsung sejak 20 Juni lalu.
Direktur Utama KAI Commuter, Purnomo Sidi, di Stasiun Yogyakarta, Kamis (2/7/2026), memproyeksikan jumlah pengguna akan terus bertambah hingga akhir masa libur pada 5 Juli 2026. "Kurang lebih ada kenaikan sekitar 30 persen selama masa liburan ini," ujarnya.
Empat Perjalanan Tambahan untuk Akomodasi Lonjakan
Untuk mengakomodasi kepadatan, KAI Commuter menambah empat perjalanan Commuter Line Yogyakarta-Palur. Total perjalanan menjadi 31 perjalanan setiap hari selama periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026.
Sementara itu, layanan Commuter Line Prameks relasi Yogyakarta-Kutoarjo tetap beroperasi sebanyak 10 perjalanan per hari. Purnomo mengatakan keterbatasan armada masih menjadi kendala utama untuk menambah frekuensi perjalanan Prameks.
"Kami bersama KAI masih terkendala armada karena harus berbagi kebutuhan antara kereta jarak jauh dan layanan perkotaan seperti Prameks," jelasnya.
Gangguan Listrik dari PLN, Kecepatan Kereta Dikurangi
Di tengah lonjakan penumpang, operasional KRL sempat terganggu oleh pengurangan suplai daya dari PLN. Purnomo menjelaskan hal itu menyebabkan beberapa gardu listrik pemasok daya KRL mengalami keterbatasan kapasitas.
Dampaknya, kecepatan operasional kereta menurun dan memicu keterlambatan perjalanan. "Kalau keterlambatan pasti ada, mungkin sekitar tiga menit. Tetapi tidak sampai membuat kereta mogok atau berhenti total di perjalanan," katanya.
KAI Commuter telah berkoordinasi intensif dengan PLN untuk mendapatkan informasi jadwal pemadaman maupun pengurangan pasokan listrik. Masinis juga diminta menyesuaikan ritme perjalanan agar konsumsi listrik tidak melebihi kapasitas yang tersedia.
Tiga Stasiun Paling Padat, Capai 10.000 Penumpang Per Hari
Selama libur sekolah, kepadatan penumpang tertinggi terjadi di tiga stasiun utama, yakni Stasiun Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan, dan Stasiun Palur. Stasiun Yogyakarta bahkan mencatat jumlah pengguna mencapai 9.000 hingga 10.000 orang per hari, jauh di atas rata-rata normal sekitar 7.000 penumpang.
Purnomo menambahkan, sistem gardu listrik KRL di wilayah Yogyakarta telah dirancang saling terhubung. Apabila satu gardu mengalami gangguan, pasokan listrik masih dapat diperoleh dari gardu lainnya meski dengan kapasitas lebih terbatas.