YOGYAKARTA — Warga di sejumlah titik di Yogyakarta dan Pacitan merasakan guncangan cukup jelas saat gempa terjadi pukul 14:47 WIB. BMKG mencatat episenter gempa berada di koordinat 8,96 Lintang Selatan dan 111,16 Bujur Timur, sekitar 86 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur.
Gempa Dangkal, Getaran Terasa Lebih Kuat
Dengan kedalaman hanya 10 kilometer, gempa ini masuk kategori gempa dangkal. BMKG menjelaskan, gempa jenis ini umumnya lebih terasa di permukaan meski magnitudonya tidak terlalu besar.
Karakteristik ini mirip dengan gempa Pacitan pada Februari 2026 lalu yang juga dirasakan cukup kuat oleh warga di Jawa Timur dan Yogyakarta. Kedua gempa tersebut berasal dari aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia terhadap Eurasia yang sangat aktif di selatan Jawa.
Belum Ada Laporan Kerusakan, Warga Diimbau Tenang
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. Namun, BMKG secara rutin mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
BMKG juga menegaskan bahwa data awal gempa dapat berubah seiring proses analisis lanjutan oleh ahli seismologi. Parameter gempa masih bisa diperbarui dalam beberapa menit pertama setelah kejadian.
Wilayah Rawan Gempa: Subduksi Aktif di Selatan Jawa
Indonesia merupakan wilayah rawan gempa karena berada di pertemuan lempeng tektonik aktif dunia. Sekitar 12 hingga 15 persen gempa global terjadi di Indonesia.
Lokasi gempa yang berada di laut selatan Jawa memperkuat indikasi bahwa sumbernya berasal dari zona subduksi. Wilayah ini memang dikenal aktif dan kerap memicu gempa berkekuatan menengah hingga besar.
Meski tidak berpotensi tsunami, masyarakat di pesisir selatan tetap diimbau untuk selalu siaga dan memperhatikan arahan resmi dari pihak berwenang.