Pencarian

Demi Selamatkan Gumuk Pasir Parangtritis, Pemkab Bantul Arahkan Rute Jip Wisata Keluar Zona Inti 141 Hektare

Sabtu, 20 Juni 2026 • 17:36:31 WIB
Demi Selamatkan Gumuk Pasir Parangtritis, Pemkab Bantul Arahkan Rute Jip Wisata Keluar Zona Inti 141 Hektare
Pemkab Bantul arahkan rute jip wisata keluar zona inti Gumuk Pasir Parangtritis seluas 141 hektare.

YOGYAKARTA — Upaya restorasi Gumuk Pasir Parangtritis memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Bantul bersama Pemerintah Daerah DIY memutuskan untuk memindahkan rute jip wisata yang selama ini melintasi zona inti kawasan konservasi tersebut. Keputusan ini diambil setelah melalui serangkaian koordinasi dengan paguyuban jip wisata setempat.

Mengapa Rute Jip Harus Dipindahkan?

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho, menjelaskan bahwa pertumbuhan gumuk pasir di zona inti sangat bergantung pada proses alami tiupan angin. Sayangnya, proses ini terus terganggu karena lintasan kendaraan jip yang jumlahnya mencapai ratusan unit.

"Karena kalau mau tumbuh tetapi terus diinjak-injak jip, proses pertumbuhannya jadi terganggu," kata Ari di Yogyakarta, Sabtu (19/4).

Aktivitas Jip Tetap Boleh, Hanya Rutenya yang Diubah

Pemkab Bantul menegaskan bahwa aktivitas jip wisata tidak akan dihapuskan. Para pengusaha dan sopir jip tetap bisa beroperasi, namun dengan rute baru yang sudah disurvei dan dipastikan berada di luar zona inti gumuk pasir.

"Ke depan diimplementasikan, aktivitas jip tetap diperbolehkan, tetapi rutenya disesuaikan agar gumuk pasir di zona inti bisa tumbuh," ujar Ari.

Zona inti yang menjadi fokus restorasi memiliki luas 141 hektare. Pemerintah telah membuat delineasi atau batas tegas kawasan yang harus dilindungi tersebut.

Pemangkasan Vegetasi Juga Dilakukan

Selain menata rute jip, Pemkab Bantul juga melakukan pemotongan vegetasi yang tumbuh di atas gundukan pasir. Tanaman liar yang menutupi permukaan gumuk dinilai menghambat proses pergerakan pasir oleh angin.

Proses pemangkasan vegetasi ini sudah dimulai sejak 2024 dan akan dilanjutkan pada Juli mendatang. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Harapan ke Depan: Gumuk Pasir Kembali Tumbuh Alami

Pemerintah berharap, setelah zona inti pulih, aktivitas wisata di kawasan tersebut bisa dilakukan dengan cara yang lebih ramah lingkungan. Salah satu skenario yang dibayangkan adalah wisatawan berjalan kaki menyusuri gumuk, bukan lagi menggunakan kendaraan bermotor.

"Jadi, kalau zona inti gumuk sudah tumbuh dan bagus, harapannya aktivitas yang masuk bukan dengan jip, tetapi misalnya berjalan kaki," jelas Ari.

Proses restorasi ini diharapkan berjalan lancar tanpa mengorbankan kepentingan ekonomi komunitas wisata setempat. Keseimbangan antara konservasi dan pariwisata menjadi target utama Pemkab Bantul ke depan.

Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks