DI YOGYAKARTA — Prosesi penyerahan surat kepercayaan berlangsung di Istana Merdeka pada pukul 16.25 WIB. Para duta besar tampak mengenakan pakaian khas negara masing-masing. Acara ini dihadiri oleh Wakil Menteri Luar Negeri Armanatha Nasir dan Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta.
Daftar Lengkap Sembilan Duta Besar Gelombang Kedua
Kesembilan duta besar yang menyerahkan surat kredensial kepada Presiden Prabowo adalah:
- Manuel Estuardo Roldan Barillas – Republik Guatemala
- Dr. Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari – Negara Qatar
- Abdirashid Salat Abdile – Republik Kenya
- Ratu Isoa Delamisi Tikoca – Republik Fiji
- Redouane Houssaini – Kerajaan Maroko
- Maria Gabriela Vieira Soares de Albergaria – Republik Portugal
- Bernardo Brea Rodriguez – Republik Panama
- Hong Kwang Il – Republik Demokratik Rakyat Korea
- Antonio Rodrigues Jose – Republik Mozambik
Gelombang Pertama: Korea Selatan hingga Palestina
Sehari sebelumnya, Senin (8/6), Presiden Prabowo telah menerima delapan duta besar lainnya. Mereka berasal dari Korea Selatan, Palestina, Ceko, Filipina, Yunani, Sri Lanka, Lebanon, dan Saint Lucia. Penyerahan surat kepercayaan gelombang pertama itu juga digelar di Istana Kepresidenan.
Rutinitas Diplomatik di Awal Pemerintahan
Penerimaan surat kredensial merupakan agenda standar dalam hubungan diplomatik. Prosesi ini menandai dimulainya tugas resmi seorang duta besar di negara penerima. Dengan diterimanya surat kepercayaan, para dubes tersebut secara resmi dapat menjalankan fungsi diplomatiknya mewakili negaranya di Indonesia.
Dalam tradisi diplomasi, penyerahan Letter of Credentials menjadi momen penting. Ini menjadi pengakuan resmi dari negara penerima terhadap posisi seorang duta besar sebagai perwakilan penuh negara asalnya. Istana Kepresidenan menjadi lokasi seremonial untuk agenda ini sejak era pemerintahan sebelumnya.
17 Dubes Telah Diakreditasi dalam Dua Hari
Total dalam dua hari, Presiden Prabowo telah menerima 17 duta besar dari berbagai kawasan. Komposisi negara yang menyerahkan kredensial mencakup Asia, Afrika, Eropa, Amerika Latin, dan Pasifik. Keberagaman ini mencerminkan jangkauan hubungan diplomatik Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo.
Wamenlu Armanatha Nasir dan Wamenlu Anis Matta mendampingi presiden dalam seluruh rangkaian acara. Kehadiran dua wakil menteri luar negeri sekaligus menunjukkan prioritas pemerintah pada penguatan hubungan bilateral di awal masa jabatan.