BANTUL — Satgas PPA DIY bergerak menjangkau keluarga yang kehilangan anggota keluarganya usai menjalani perawatan di sebuah rumah sakit umum daerah di Yogyakarta. Ketua Satgas PPA DIY Yekti Utami mendatangi kediaman korban di Padukuhan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, untuk menawarkan bantuan hukum dan psikologis.
“Sedikit banyak dari kami yang di sini nanti, apa yang bisa kami bantu nanti kita akan bantu,” kata Yekti di Yogyakarta, Kamis.
Apa yang Ditawarkan Satgas PPA ke Keluarga Korban?
Yekti menyatakan timnya siap menjadi jembatan antara keluarga dengan pemerintah dan aparat penegak hukum. Ia berkomitmen mengawal proses hukum serta memastikan pendampingan berjalan tanpa hambatan.
“Kami akan selalu mengingatkan pemerintah maupun aparat yang berwenang agar proses hukum maupun pendampingan dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Tak Ada Kabar dari Pihak Rumah Sakit Sejak Kejadian
Anastasia Niken Purwandari, ibu korban, mengaku belum menerima komunikasi dari rumah sakit yang dilaporkan. Ia menyebut tidak ada penjelasan medis maupun permintaan maaf yang disampaikan secara resmi.
“Belum ada (penjelasan) sampai sekarang, belum ada,” tuturnya.
Meski demikian, Niken menyambut baik kedatangan Satgas PPA DIY. Ia berharap langkah ini bisa mempercepat proses pencarian keadilan bagi anaknya yang meninggal dunia.
“Semoga upaya yang akan kita lakukan ini secepatnya membuahkan hasil,” kata Niken.
Langkah Selanjutnya: Pendampingan Hukum dan Mediasi
Satgas PPA DIY akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan di Kabupaten Bantul untuk menyusun langkah pendampingan. Tim juga akan mendampingi keluarga jika memerlukan bantuan medis atau administratif yang belum terpenuhi.
Kasus ini menambah daftar panjang dugaan malpraktik di fasilitas kesehatan daerah yang membutuhkan pengawasan lebih ketat dari Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit.