Pencarian

Rupiah Loyo ke Rp17.844 per Dolar AS Pagi Ini, Terseret Konflik Timur Tengah

Senin, 01 Juni 2026 • 10:22:02 WIB
Rupiah Loyo ke Rp17.844 per Dolar AS Pagi Ini, Terseret Konflik Timur Tengah
Rupiah melemah ke posisi Rp17.844 per dolar AS di tengah gejolak konflik Timur Tengah.

DI YOGYAKARTA — Tekanan terhadap mata uang Garuda terlihat sejak awal sesi. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terkoreksi 0,21 persen dibandingkan penutupan akhir pekan lalu. Pelemahan ini tidak hanya terjadi di Indonesia, mayoritas mata uang Asia juga kompak berada di zona merah.

Dolar AS Perkasa di Hadapan Mata Uang Asia

Yen Jepang dan baht Thailand masing-masing melemah 0,14 persen dan 0,17 persen. Yuan China turun tipis 0,02 persen, sementara won Korea Selatan menjadi yang paling terpuruk dengan koreksi 0,71 persen. Dolar Singapura dan dolar Hong Kong juga tak mampu bertahan.

Di kawasan negara maju, euro Eropa turun 0,12 persen dan poundsterling Inggris melemah 0,01 persen. Dolar Australia ikut terkoreksi 0,01 persen, memperkuat posisi dolar AS sebagai aset safe haven di tengah gejolak geopolitik.

Dua Sentimen Penekan Rupiah Pekan Ini

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah akan berkonsolidasi di rentang Rp17.750 hingga Rp17.800 per dolar AS. Menurutnya, investor masih wait and see menyusul perkembangan negosiasi AS-Iran yang belum menemui titik terang.

"Investor masih wait and see perkembangan kesepakatan AS-Iran yang masih limbung. Selain itu investor juga mengantisipasi data penting domestik besok yaitu inflasi dan perdagangan. Harga minyak yang sudah menurun bisa mendukung rupiah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Senin (1/6).

Tekanan tambahan datang dari faktor musiman. Bank Indonesia (BI) mencatat lonjakan kebutuhan valuta asing (valas) untuk pembayaran utang luar negeri (ULN) dan repatriasi dividen, sementara arus masuk dolar AS ke dalam negeri masih terbatas.

BI Siap Intervensi 24 Jam

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi oleh konflik di Timur Tengah. Meski demikian, bank sentral berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar.

"Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, around the world, around the clock," kata Ramdan dalam pernyataan resmi pada Jumat (29/5).

Intervensi dilakukan melalui berbagai instrumen, termasuk operasi pasar terbuka dan penjualan obligasi, untuk memastikan penawaran dan permintaan valas tetap seimbang. Pasar kini menunggu rilis data inflasi dan neraca perdagangan besok sebagai indikator arah kebijakan moneter selanjutnya.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks