National Space Centre, museum antariksa di Leicester, Inggris, memiliki sejumlah wahana interaktif untuk mengedukasi pengunjung tentang perlombaan ke luar angkasa antara Amerika Serikat dan Uni Soviet pada era Perang Dingin. Salah satu pameran paling populer adalah simulator roket air: pengunjung memilih tipe roket, menyaksikan botol air diberi tekanan, mendengar hitungan mundur, lalu — setidaknya itulah harapannya — roket meluncur.
Namun pekan lalu, skenario itu berjalan berbeda. Roket bertanda Amerika Serikat tidak mau meluncur. Sebaliknya, air justru menyembur deras dari bagian bawah botol plastik tersebut. Setelah hitungan mundur selesai, roket cuma bergerak sedikit — sebuah "luncuran" yang sangat antiklimaks.
Ironi yang Mirip dengan Nasib SLS Milik NASA
Adegan tersebut langsung mengingatkan banyak orang pada nasib roket Space Launch System (SLS) milik NASA. Dalam beberapa kali percobaan peluncuran, SLS mengalami kebocoran bahan bakar hidrogen cair yang berulang — terutama pada segel di bagian dasar roket — sehingga jadwal misi Artemis I tertunda berkali-kali pada 2022 lalu.
Museum menyatakan bahwa masalah teknis memang sedang terjadi. "Kami saat ini hanya memiliki satu roket air yang berfungsi, yaitu roket AS. Ada semacam pengikat yang diperlukan untuk menjaga botol tetap pada tempatnya. Pengikat itu patah beberapa kali akhir-akhir ini, dan kami kehabisan suku cadang," kata seorang juru bicara National Space Centre kepada media.
Ironisnya, roket Soviet di sampingnya berfungsi penuh. "Roket Soviet sama sekali tidak bermasalah dan berfungsi baik sepanjang minggu," tambahnya.
Untung Bukan Replika Roket N1 atau New Glenn
Museum ini mungkin bisa sedikit bersyukur. Jika wahana interaktif tersebut mencoba mereplikasi kegagalan roket N1 milik Uni Soviet — yang meledak dahsyat dalam beberapa kali percobaan ke Bulan — atau uji terbang New Glenn milik Blue Origin yang baru saja meledak pekan ini, para pengunjung mungkin perlu berganti pakaian setelah disiram air dalam skala besar.
Meski bukan yang diinginkan para kurator, pameran ini justru menjadi ilustrasi paling gamblang tentang bagaimana "kutukan bocor" bisa menimpa siapa saja — mulai dari proyek antariksa senilai miliaran dolar hingga mainan botol plastik di museum pendidikan.