DENPASAR — MUI Provinsi Bali memastikan penyelenggaraan ibadah salat Idul Adha 1447 Hijriah pada Rabu (27/5) akan berlangsung di 40 hingga 45 titik yang tersebar di seluruh wilayah Kota Denpasar. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya seiring bertambahnya jumlah pemukiman dan jemaah Muslim di ibu kota Provinsi Bali tersebut.
Ketua MUI Bali, dalam keterangannya, menegaskan bahwa esensi Idul Adha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban. "Daging kurban wajib dibagikan ke tetangga berbeda agama," ujarnya, menekankan pentingnya nilai sosial dan toleransi di tengah masyarakat multikultural Bali.
Mengapa Pembagian Daging Kurban ke Tetangga Non-Muslim Diwajibkan?
Menurut MUI Bali, kewajiban ini didasarkan pada semangat memperkuat kerukunan umat beragama. Di lingkungan dengan komposisi penduduk yang heterogen, seperti di Denpasar, pembagian daging kurban menjadi sarana nyata untuk membangun kebersamaan.
Pihak MUI juga mengingatkan bahwa daging kurban tidak boleh hanya dinikmati oleh kalangan sendiri. "Ini adalah momen untuk berbagi, bukan untuk eksklusivitas," tambahnya, mengutip ajaran Islam tentang keutamaan memberi kepada tetangga tanpa memandang latar belakang keyakinan.
Bagaimana Persiapan Teknis di 45 Titik Lokasi?
Panitia di masing-masing titik telah mulai melakukan koordinasi dengan kelurahan dan aparat keamanan setempat. Persiapan meliputi penentuan lokasi salat, pengaturan lalu lintas, hingga pendistribusian hewan kurban.
MUI Bali juga mengimbau agar setiap masjid dan mushala yang menjadi titik penyelenggaraan mendata jumlah hewan kurban sejak jauh-jauh hari. Hal ini untuk memastikan pendistribusian daging berjalan lancar dan tepat sasaran, terutama kepada warga kurang mampu di sekitar lokasi.
Apa Imbauan Khusus bagi Jemaah di Denpasar?
MUI Bali meminta jemaah untuk tetap menjaga ketertiban dan kekhidmatan selama pelaksanaan salat Idul Adha. Selain itu, jemaah diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan dan selalu mematuhi protokol keamanan yang telah ditetapkan panitia.
Yang terpenting, MUI Bali berharap momen Idul Adha tahun ini benar-benar menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarumat beragama di Denpasar. "Kami ingin Idul Adha jadi momen memperkuat persaudaraan, bukan sekadar ritual," pungkas Ketua MUI Bali.