Pencarian

Rupiah Tembus Rp 17.724 per Dolar AS, Level Terlemah Sepanjang Sejarah

Selasa, 19 Mei 2026 • 10:56:01 WIB
Rupiah Tembus Rp 17.724 per Dolar AS, Level Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah mencapai level terlemah sepanjang sejarah di Rp 17.724 per dolar AS.

DI YOGYAKARTA — Pelemahan rupiah hari ini tidak berdiri sendiri. Mayoritas mata uang Asia kompak tertekan oleh penguatan dolar AS. Rupee India melemah 0,04%, yuan China turun 0,01%, dan won Korea Selatan ambles 0,74%. Yen Jepang dan dolar Singapura masing-masing melemah 0,08% dan 0,09%.

Apa Dampak Rupiah Lemah bagi Masyarakat dan Bisnis?

Bagi masyarakat, rupiah yang terus tergerus berarti harga barang impor seperti elektronik, obat-obatan, dan bahan pangan tertentu akan naik. Bagi pelaku bisnis, terutama yang menggantungkan bahan baku impor, biaya produksi membengkak. Sektor manufaktur dan ritel menjadi yang paling terpukul karena margin keuntungan tergerus.

Tekanan juga terasa pada utang perusahaan yang denominasinya dalam dolar. Beban pembayaran bunga dan pokok utang membesar, berpotensi mengganggu arus kas. Investor asing pun cenderung wait and see, menahan diri untuk masuk ke pasar saham dan obligasi domestik.

Mengapa Rupiah Terus Jeblok?

Analis Doo Financial Lukman Leong menyebut ada dua faktor utama. Pertama, meredanya kekhawatiran perang setelah Presiden AS Donald Trump menunda serangan ke Iran—ini malah memperkuat dolar sebagai aset safe haven. Kedua, kondisi fundamental domestik yang masih lemah membuat pelaku pasar belum percaya diri.

“Pelaku pasar tetap mencermati kondisi domestik yang dinilai masih lemah,” ujar Lukman. Ia menambahkan, investor saat ini menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan.

BI Diprediksi Naikkan Suku Bunga, Apa Artinya?

Ekspektasi kenaikan BI rate membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati. Bank sentral biasanya menaikkan suku bunga untuk menarik modal asing masuk dan menahan pelemahan rupiah. Namun, kebijakan ini ibarat pisau bermata dua: suku bunga tinggi bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi karena biaya pinjaman korporasi dan kredit konsumsi ikut naik.

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 17.600 hingga Rp 17.700 per dolar AS sepanjang hari ini. Potensi penguatan ada, namun sangat terbatas selama sentimen eksternal masih dominan.

Berapa Kerugian yang Sudah Terjadi?

Sepanjang tahun ini, depresiasi rupiah mencapai 6,25%. Jika dihitung dari posisi awal tahun di kisaran Rp 16.650 per dolar AS, setiap Rp 1.000 pelemahan berarti beban tambahan miliaran rupiah bagi perusahaan dengan utang dolar. Bagi importir, setiap kontainer barang kini lebih mahal setara selisih kurs yang terus melebar.

Kapan Rupiah Bisa Kembali Menguat?

Penguatan baru mungkin terjadi jika ada kepastian dari hasil RDG BI atau sentimen positif dari data ekonomi AS yang melemah. Namun, tanpa intervensi agresif bank sentral atau perbaikan fundamental domestik, tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut dalam jangka pendek.

Investasi mengandung risiko. Pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan RDG BI dan data tenaga kerja AS pekan ini sebagai katalis potensial.

Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks