Pencarian

Mahasiswa Yogyakarta Kawal Swasembada Pangan Bersama Mentan Amran

Sabtu, 09 Mei 2026 • 01:44:55 WIB
Mahasiswa Yogyakarta Kawal Swasembada Pangan Bersama Mentan Amran
Menteri Pertanian Amran Sulaiman berdiskusi dengan perwakilan mahasiswa terkait ketahanan pangan nasional.

YOGYAKARTA — Pemerintah mulai memperkuat sinergi dengan elemen mahasiswa untuk memastikan program ketahanan pangan nasional berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Langkah ini diwujudkan melalui diskusi intensif antara Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, bersama perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi.

Pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada Rabu tersebut dihadiri sekitar 100 perwakilan mahasiswa. Amran menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian tidak dapat dilakukan secara sepihak oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda sebagai pengawas sekaligus pelaku pembangunan.

Penguatan Hilirisasi Pertanian Senilai Rp1.000 Triliun

Salah satu poin utama dalam kolaborasi ini adalah pengembangan hilirisasi pada komoditas strategis. Amran menyoroti potensi besar sektor sawit yang jika dikelola melalui proses hilirisasi yang tepat, mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang sangat masif bagi negara dan petani di masa depan.

“Ini sawit untuk generasi muda nanti, kita olah, kita hilirisasi, itu nilai tambahnya luar biasa. Nilainya kurang lebih hampir kurang lebih Rp1.000 triliun nilainya. Dan itu untuk negara, untuk mereka (petani) nanti,” ujar Mentan Amran di hadapan para mahasiswa.

Ia mendorong anak muda untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi bersiap mengambil peran dalam mengelola ruang besar di sektor hilirisasi tersebut. Menurutnya, fondasi pembangunan pertanian yang disusun saat ini merupakan investasi jangka panjang yang akan dinikmati oleh generasi mendatang.

Mahasiswa Jadi Garda Depan Melawan Mafia Pangan

Selain aspek ekonomi, keterlibatan mahasiswa diharapkan mampu memperkuat pengawasan terhadap jalannya program pemerintah di lapangan. Amran meminta mahasiswa untuk bersikap kritis namun tetap berbasis pada data aktual dan informasi yang akurat guna menyempurnakan kebijakan yang ada.

“Anak-anakku, kalian harus percaya diri, kalian hebat. Cita-cita digantung setinggi-tingginya, dikejar jangan diam. Anda yang menentukan nasib anda. Anda nanti yang melanjutkan perjuangan kita melawan mafia dan pihak yang merugikan bangsa,” tegas Amran.

Mentan juga memaparkan capaian target swasembada beras yang diklaim berhasil diraih dalam waktu satu tahun, lebih cepat dari target awal empat tahun. Ia menyatakan bahwa kritik konstruktif dari mahasiswa sangat dibutuhkan negara untuk menjaga integritas sektor pertanian dari pihak-pihak yang merugikan kepentingan nasional.

Amran meyakini mahasiswa adalah kunci penentu arah bangsa. Dengan mengisi mereka melalui hal-hal positif dan melibatkan mereka dalam program unggulan pemerintah sejak dini, keberlanjutan sektor pertanian diharapkan tetap terjaga saat estafet kepemimpinan berpindah ke tangan mereka.

Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks