Yogyakarta — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menggelar kegiatan budaya yang menghubungkan mahasiswa asing dengan praktik pertanian tradisional lokal. Peserta International Cultural and Culinary Festival (ICCF) ke-11 UMY berkunjung ke Bumi Langit Institute untuk mengalami langsung sistem pertanian yang tidak mengandalkan bahan kimia.
Permakultur: Belajar Mengelola Alam sebagai Ekosistem
Kunjungan dimulai dengan tur pengantar permakultur selama 90 menit. Para peserta mempelajari bagaimana tanaman, air, dan tanah dikelola sebagai satu kesatuan ekosistem yang saling bergantung, tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.
Setelah tur selesai, mahasiswa internasional berdiskusi langsung dengan Iskandar Waworuntu, pendiri Bumi Langit Institute yang telah mengelola lahan selama 25 tahun. Iskandar menekankan filosofi di balik praktik pertanian berkelanjutan.
"Permakultur itu sebetulnya adalah ilmu tentang bagaimana kita belajar untuk kembali menjadi khalifah fil ardh," ujar Iskandar. Menurutnya, kearifan lokal telah lama mengajarkan akhlak terhadap lingkungan, namun modernisasi perlahan memutus hubungan tersebut dengan alam.
Konsep Barokah Melampaui Keberlanjutan Biasa
Iskandar memperkenalkan nilai barokah—konsep yang lebih dalam dari sekadar sustainability. Ia menjelaskan bahwa kebaikan yang ditanam dalam hubungan yang benar dengan alam akan terus berbuah, bukan hanya di dunia ini tetapi melampaui generasi sekarang.
"Sesuatu kebaikan yang kita tanam akan menjaga kebaikan itu untuk selalu berlangsung. Barokah itu bukan hanya di dunia ini, tetapi apa yang kita tanam dalam hubungan yang benar dengan alam akan terus berbuah," tambahnya.
Workshop Tempe dan Diskusi Ketahanan Pangan
Selain tur kebun, mahasiswa internasional mengikuti workshop pembuatan tempe tradisional. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi santai sambil mencicipi hasil produksi kebun Bumi Langit Institute.
Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar ketahanan pangan dan keberlanjutan pertanian. UMY berharap mahasiswa internasional dapat memahami pentingnya pelestarian lingkungan melalui perspektif lokal Indonesia yang telah terbukti efektif selama berabad-abad.