DI YOGYAKARTA — Menunggu hasil pengajuan KUR kerap menjadi fase yang menegangkan bagi pedagang, petani, atau pengusaha kecil. Setelah mengumpulkan dokumen dan menyerahkan berkas, muncul pertanyaan: apakah sudah disetujui, masih diperiksa, atau justru butuh tambahan data?
Keresahan itu kini bisa diredam. Tiga bank penyalur KUR terbesar—BRI, Bank Mandiri, dan BNI—telah mengintegrasikan sistem pelacakan digital yang bisa diakses kapan saja. Cukup siapkan nomor induk kependudukan (NIK) atau nomor referensi pengajuan, pemohon bisa mengetahui posisi berkas secara real time.
Nasabah Bank Mandiri dapat mengecek status pengajuan melalui portal Mandiri Pintar. Langkahnya: buka laman pelacakan KUR Mandiri, pilih menu "Cek Status Aplikasi", lalu masukkan NIK atau nomor registrasi. Sistem akan menampilkan tahapan pengajuan—mulai dari verifikasi awal, survei lapangan, hingga keputusan akhir.
Layanan ini membuat pemohon tidak perlu lagi menghubungi petugas bank secara langsung untuk sekadar menanyakan progres.
Sebagai bank dengan penyaluran KUR terbesar secara nasional, BRI menyediakan dua jalur pengecekan. Pertama, melalui situs resmi pengajuan KUR BRI—pemohon cukup login dengan akun yang digunakan saat mendaftar, lalu lihat riwayat di dashboard pengguna.
Kedua, lewat asisten virtual bernama Sabrina yang bisa diakses via WhatsApp. Caranya: simpan nomor layanan Sabrina BRI, buka aplikasi WA, ketik "Cek Status Pengajuan KUR", lalu ikuti instruksi. Data seperti nomor referensi atau NIK akan diminta, dan status pengajuan muncul otomatis. Opsi ini dinilai paling praktis bagi pelaku usaha yang ingin informasi cepat dari genggaman tangan.
Nasabah BNI bisa memantau pengajuan kredit usaha melalui fasilitas e-Form yang tersedia daring. Pemohon cukup membuka laman e-Form BNI, memilih menu "Tracking Pengajuan" atau "Cek Status", lalu memasukkan nomor referensi dan tanggal lahir sebagai verifikasi. Setelah itu, sistem akan menampilkan posisi terkini—apakah masih di tahap pemeriksaan dokumen, survei, analisis kredit, atau sudah diputuskan.
Agar pengecekan berjalan mulus, pemohon disarankan menyimpan nomor referensi atau bukti pendaftaran yang diperoleh saat mengajukan KUR. Nomor itu menjadi data utama yang dipakai sistem untuk melacak berkas. Pastikan juga data identitas yang dimasukkan sesuai dengan informasi saat pendaftaran, supaya tidak ada kendala verifikasi.
Dengan layanan digital ini, pelaku UMKM tak perlu lagi bolak-balik ke bank. Cukup dari rumah atau warung, mereka bisa memantau nasib pengajuan kredit usaha mereka secara mudah dan cepat.