Pencarian

Kuota Afirmasi SPMB SMP di Kota Jogja Naik Jadi 25 Persen, 211 Kursi Disiapkan untuk Siswa Disabilitas

Rabu, 17 Juni 2026 • 22:54:31 WIB
Kuota Afirmasi SPMB SMP di Kota Jogja Naik Jadi 25 Persen, 211 Kursi Disiapkan untuk Siswa Disabilitas
Kuota afirmasi SPMB SMP di Kota Jogja naik menjadi 25 persen untuk mendukung siswa kurang mampu dan disabilitas.

JOGJA — Peluang siswa dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas untuk bersekolah di SMP negeri di Kota Jogja semakin besar pada tahun ajaran mendatang. Disdikpora setempat memutuskan menaikkan porsi kuota afirmasi dari 20 persen pada tahun lalu menjadi 25 persen tahun ini.

Rincian Kuota dan Jalur Penerimaan

Kepala Disdikpora Kota Jogja, Budi Santosa Asrori, menjelaskan total daya tampung SMP negeri tahun ini mencapai 3.584 kursi. Jumlah tersebut terdiri dari 3.520 kursi melalui sistem Real Time Online (RTO) dan 64 kursi tambahan untuk Kelas Khusus Olahraga (KKO).

"Kami menambah daya tampung untuk wilayah Jogja Selatan, yakni di SMP Negeri 10 Jogja dengan penambahan dua rombongan belajar. Ini untuk menjawab kebutuhan akses pendidikan di Jogja Selatan," katanya, Rabu (17/6/2026).

Dari total kuota RTO, pembagian jalurnya meliputi domisili radius 5 persen, domisili dalam daerah 40 persen, afirmasi KSJPS 19 persen, afirmasi disabilitas 6 persen, prestasi khusus 15 persen, prestasi umum 10 persen, serta mutasi dan kemaslahatan guru 5 persen.

Fokus pada Keluarga Miskin dan Disabilitas

Menurut Budi, peningkatan kuota afirmasi merupakan gabungan dari jalur Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS) dan disabilitas. Tahun lalu totalnya 20 persen, kini dinaikkan menjadi 25 persen.

"Insya Allah seluruh anak dari keluarga KSJPS dapat tertampung di sekolah negeri karena kami memiliki basis data yang jelas," ujarnya.

Khusus jalur afirmasi disabilitas, Disdikpora menyediakan 211 kursi. Jumlah itu dinilai mencukupi karena lulusan SD berkebutuhan khusus tahun ini tercatat sebanyak 129 siswa. Jika tidak tertampung di sekolah negeri, pemerintah akan memberikan dukungan melalui program Jaminan Pendidikan Daerah (JPD).

Fitur Baru: Ubah Pilihan Sekolah Secara Real-Time

Kepala Bidang Pendidik, Tenaga Kependidikan, Data dan Sistem Informasi Disdikpora Kota Jogja, Mannarima, mengatakan pelaksanaan SPMB tahun ini dilengkapi fitur baru. Calon siswa dapat mengubah pilihan sekolah selama proses pendaftaran berlangsung.

"Calon peserta didik dapat mengubah sekolah tujuan baik pilihan pertama maupun kedua ketika melihat peringkatnya sudah tidak masuk, sehingga masih memiliki kesempatan untuk memilih sekolah lain," katanya.

Fitur ini diharapkan membantu peserta didik mengoptimalkan peluang diterima berdasarkan perkembangan peringkat yang dapat dipantau secara real time.

Daya Tampung vs Lulusan SD

Budi menyebut jumlah lulusan SD di Kota Jogja setiap tahun berkisar 6.800 siswa. Sementara itu, kapasitas SMP negeri dan swasta di wilayah tersebut hampir mencapai 9.000 kursi. Artinya, seluruh lulusan dipastikan tetap memiliki akses untuk melanjutkan pendidikan.

Disdikpora juga membuka posko konsultasi di kantor dinas serta layanan pendampingan di masing-masing sekolah untuk membantu masyarakat selama proses SPMB berlangsung.

Bagikan
Sumber: jogjapolitan.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks