DI YOGYAKARTA — Tim medis yang diterjunkan merupakan gabungan dari Fakultas Kedokteran USK, terdiri dari dokter spesialis untuk pemeriksaan kesehatan umum dan psikolog yang menangani trauma healing. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung di huntara yang masih menjadi tempat tinggal sementara bagi warga terdampak banjir.
Selain gangguan kesehatan fisik akibat banjir, sebagian penyintas dilaporkan masih mengalami trauma psikologis. Tim psikolog USK menyediakan layanan konseling dan terapi kejut mental agar warga dapat kembali beraktivitas secara normal.
"Kehadiran tim medis spesialis dan pelayanan psikososial langsung di lokasi huntara ini sangat meringankan beban warga kami yang sedang berjuang bangkit pasca-bencana," ujar Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, saat membuka kegiatan tersebut.
Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK, Dr. Safrizal ZA, yang juga menjabat Direktur Jenderal Bina Administrasi Wilayah Kemendagri, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir membantu masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, program ini tidak berhenti pada masa tanggap darurat.
USK berkomitmen mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan mitra lain diharapkan mampu memperkuat pemulihan pascabencana, terutama dalam memenuhi kebutuhan fisik dan mental warga yang masih bertahan di huntara.