Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman mencatat produktivitas padi varietas unggul lokal Sembada Merah di lahan percontohan Dusun Kadilobo, Kalurahan Purwobinangun, Kecamatan Pakem, menembus 7,1 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Capaian itu melampaui rata-rata produktivitas padi Sleman yang berada di angka 6,06 ton GKP per hektare. Hasil ubinan tersebut diraih melalui program Sekolah Lapang yang disertai bantuan benih dan pupuk organik bagi petani setempat.
SLEMAN — Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman Liem Astuti menyatakan lahan demplot seluas lima hektare milik Kelompok Tani Tani Makmur di Kadilobo menjadi lokasi uji coba varietas Sembada Merah. Pengembangan kawasan itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Sekolah Lapang yang digelar empat kali pertemuan bagi petani lokal.
Selama program berjalan, pemerintah daerah menyalurkan bantuan benih padi 25 kilogram per hektare serta pupuk organik hingga dua ton per hektare. Bantuan itu diarahkan untuk mengoptimalkan seluruh lahan percontohan seluas lima hektare.
Hasil Ubinan Lampaui Rata-Rata Sleman 6,06 Ton per Hektare
Hasil ubinan menunjukkan produktivitas tanaman Sembada Merah jika dikonversi ke gabah kering panen menembus lebih dari 7,1 ton per hektare. Angka itu jauh di atas rata-rata produktivitas padi Kabupaten Sleman yang saat ini berada di 6,06 ton GKP per hektare.
"Capaian hasil panen Sembada Merah di kawasan Pakem ini terbukti jauh melampaui rata-rata produktivitas padi di Kabupaten Sleman yang saat ini berada di angka 6,06 ton per hektare," kata Liem Astuti di Sleman, Rabu.
25 Hektare Lahan Pengembangan Tersebar di Empat Titik
Pada tahun ini, DP3 Sleman mengalokasikan program pengembangan varietas Sembada Merah seluas 25 hektare di sejumlah titik strategis. Selain lima hektare di Kadilobo, sisa 20 hektare dialokasikan ke Gamparan, Ngaliyan, dan Prumpung.
Sebaran lahan itu menempatkan Sembada Merah sebagai salah satu varietas unggul lokal yang mendapat perhatian khusus pemerintah kabupaten. Program serupa diarahkan menjangkau lebih banyak kelompok tani di wilayah Sleman.
Dorong Ketahanan Pangan dan Pendapatan Petani
Liem Astuti menyebut Pemkab Sleman terus mendorong perluasan budi daya varietas unggul lokal tersebut. Menurutnya, langkah itu untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan petani di wilayah setempat.
"Pemerintah Kabupaten Sleman terus mendorong perluasan budi daya varietas unggul lokal ini guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan serta pendapatan para petani di wilayah setempat," katanya.
Keberhasilan demplot Kadilobo menjadi acuan bagi pengembangan Sembada Merah di lahan-lahan berikutnya. Petani yang tergabung dalam Sekolah Lapang diharapkan menularkan hasil uji coba itu ke kelompok tani lain di Sleman.