JOGJA — Gempa terjadi sekitar pukul 04.23 WIB dengan pusat di koordinat 5,81 derajat Lintang Selatan dan 106,56 derajat Bujur Timur. Menurut analisis BMKG, lokasi pusat gempa berada sekitar enam kilometer di sebelah tenggara Kepulauan Seribu.
Di wilayah DIY, guncangan tercatat pada skala II-III MMI. Artinya, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang sedang melintas.
Warga Kota Jogja Rasakan Getaran Saat Siap Salat Subuh
Nuri, 28, warga Kota Jogja, merasakan getaran ketika baru bangun untuk bersiap salat subuh. Barang-barang yang tergantung di kamarnya sempat bergoyang pelan.
"Tadi pas baru bangun tidur sekitar jam 04.25 WIB terasa kayak ada getaran halus, setelah dicek di medsos ternyata memang gempa," ujarnya, Sabtu pagi.
Guncangan juga dilaporkan terasa di sejumlah daerah lain. Cilacap, Nagrak, dan Kalapanunggal mencatat intensitas III MMI.
Wilayah lain yang mengonfirmasi merasakan gempa antara lain Rancaekek, Lembang, Garut, Bandung, Sukabumi, Cianjur, Pacitan, Ponorogo, Malang, Kota Bengkulu, Sumur, Padang, Mentawai, Pariaman, hingga Solok Selatan.
Mengapa Getaran Terasa Jauh Meski Pusat Gempa di Laut
BMKG mengategorikan gempa ini sebagai gempa dalam karena kedalamannya mencapai 376 kilometer. Karakter gempa dalam membuat getarannya menyebar lebih luas ke permukaan.
Meski guncangannya dirasakan di banyak wilayah, gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
"Tidak berpotensi tsunami," demikian keterangan tertulis BMKG.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
Langkah Keselamatan yang Perlu Diingat Warga Jogja
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi atau isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta waspada terhadap kemungkinan gempa bumi susulan.
Saat berada di dalam bangunan, masyarakat dapat menerapkan prinsip Drop, Cover, Hold On. Segera merunduk, berlindung di bawah meja yang kokoh, lalu melindungi kepala dan leher menggunakan lengan atau benda lunak.
Warga perlu menjauhi jendela kaca, lemari tinggi, cermin, atau benda yang berpotensi jatuh. Jika situasi memungkinkan dan aman, matikan kompor serta cabut aliran listrik untuk mengurangi risiko kebakaran.
Jika harus melakukan evakuasi, masyarakat diminta tidak menggunakan lift. Gunakan tangga darurat dan keluar dari bangunan secara tertib.