KARANGANYAR — Bantuan bagi 25 anak yatim piatu itu disalurkan dalam kegiatan bakti sosial yang digelar Kwarcab Gerakan Pramuka Karanganyar, menyusul serah terima tali estafet dari Kwarcab Sragen. Penyerahan dilakukan di Lapangan Kaliwuluh, Kecamatan Kebakkramat, oleh Ketua Kamabicab Sragen Sigit Pamungkas kepada Ketua Kwarcab Karanganyar Kurniadi Maulato.
Kurniadi menegaskan ETK tidak sekadar menjadi tradisi peringatan Hari Pramuka, melainkan sarana membentuk karakter generasi muda. “Dengan tujuan mempertahankan tradisi, kemudian membentuk generasi muda kita punya karakter disiplin, rela berkorban, cinta tanah air dan bangsa, serta memasyarakatkan Gerakan Pramuka di Karanganyar,” ujarnya.
Bakti Sosial dan Perkemahan Ranting
Tidak hanya mengikuti perjalanan, Kwarcab Karanganyar juga menggelar perkemahan ranting dan bakti sosial. Kegiatan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan gratis serta penyaluran bantuan perlengkapan sekolah kepada 25 anak yatim piatu.
Pengamanan Melibatkan TNI hingga PMI
Rangkaian ETK di Karanganyar dilanjutkan dengan pergantian personel di Pertigaan Nangsri sebelum menuju Kampus II ISI Surakarta untuk diserahkan kepada Kwarcab Surakarta. Setiap tim perjalanan terdiri atas sekitar 61 personel.
Pelaksanaan ETK turut melibatkan kepolisian, TNI, SAR, Dinas Perhubungan, PMI, Diskominfo, hingga pemerintah kecamatan. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan perjalanan berlangsung aman dan tertib.
Menegaskan Pramuka Bukan Sekadar Seremonial
Melalui ETK 2026, Kwarcab Karanganyar ingin menunjukkan Gerakan Pramuka tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai disiplin, rela berkorban, cinta tanah air, kepedulian, dan semangat membantu masyarakat diharapkan terus diterapkan oleh generasi muda.
Persinggahan Tunas Kelapa di Karanganyar menjadi bagian dari perjalanan menuju peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Jawa Tengah sekaligus momentum memperkuat peran Pramuka di tengah masyarakat.