Pencarian

Event Padat Akhir Pekan di Sleman Dinilai Dongkrak Okupansi Hotel dan Putar Roda UMKM Lokal

Selasa, 25 Agustus 2026 • 15:37:02 WIB
Event Padat Akhir Pekan di Sleman Dinilai Dongkrak Okupansi Hotel dan Putar Roda UMKM Lokal
Ribuan pengunjung memadati berbagai agenda akhir pekan di Sleman pada 21–23 Agustus 2026, mulai dari festival musik hingga ajang olahraga.

SLEMAN — Padatnya agenda akhir pekan pada 21–23 Agustus 2026 menjadi angin segar bagi pelaku usaha di Sleman. Festival musik Cherrypop 2026 di kawasan Candi Prambanan, Indonesian Custom Show di Jogja Expo Center, hingga berbagai ajang sport tourism seperti Sleman Temple Run dan Transmigrasi Festival Fun Run 6K di Kaliurang berlangsung bersamaan dan menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah.

Ketua BPC PHRI Sleman, Andhu Pakerti, mengatakan ragam kegiatan tersebut menyasar karakter pengunjung yang berbeda sehingga potensi ekonominya pun tidak seragam. Namun, secara keseluruhan, agenda itu berdampak positif pada sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal.

Okupansi Hotel Masih Dihimpun, Dampak Tak Selalu Sama

Andhu menjelaskan, PHRI Sleman saat ini masih mengumpulkan data tingkat hunian kamar dari para anggota. Data tersebut diperlukan untuk melihat dampak rangkaian event secara lebih menyeluruh dan terukur.

"Event-event ini berpotensi memberi dampak positif terhadap sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal," kata Andhu dihubungi Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, besaran dampak ekonomi dari setiap acara sangat dipengaruhi oleh skala kegiatan dan karakteristik pengunjung. Karena itu, ia mendorong adanya kerja sama yang lebih erat antara penyelenggara event, pemerintah daerah, dan sektor akomodasi.

Integrasi Event Jadi Kunci Pemerataan Ekonomi

Andhu menilai peluang ekonomi dari gelaran besar perlu diperkuat dengan integrasi yang lebih baik ke wilayah Sleman. Dengan begitu, aktivitas wisatawan tidak hanya terpusat di lokasi utama acara, melainkan menyebar ke area lain.

"PHRI Sleman berharap sinergi antarpenyelenggara event, pemerintah daerah, dan sektor akomodasi terus diperkuat agar manfaat ekonominya dirasakan lebih optimal," ujarnya.

Integrasi ini dinilai penting agar manfaat ekonomi maupun potensi penerimaan daerah dari sektor hotel, restoran, dan hiburan dapat terserap maksimal.

Dispar Soroti Konsentrasi Event di Sleman Utara-Timur

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman, Kus Endarto, mengakui banyaknya event yang berlangsung bersamaan menunjukkan daya tarik Sleman sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan berskala nasional maupun internasional.

"Pelaksanaan event-event tersebut membantu promosi Sleman sebagai salah satu pilihan tempat di DIY untuk melaksanakan event skala nasional dan internasional," kata Kus.

Namun, ia menyoroti bahwa pelaksanaan event masih banyak terpusat di kawasan utara, timur, dan tengah Sleman. Kondisi ini menjadi perhatian agar geliat ekonomi pariwisata tidak hanya dinikmati wilayah tertentu saja.

Event Skala Besar Akan Digelar di Sleman Barat

Ke depan, Dispar Sleman berencana menawarkan dan melaksanakan event berskala nasional maupun internasional di kawasan barat. Langkah ini diambil untuk memperluas dampak ekonomi pariwisata hingga ke masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

"Yang perlu menjadi perhatian selanjutnya adalah bagaimana event-event tersebut bisa tersebar di seluruh Sleman dan memberi manfaat lebih bagi perekonomian daerah dan masyarakat sekitar," jelas Kus.

Pemerataan lokasi penyelenggaraan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah yang selama ini jarang tersentuh dampak langsung dari kegiatan pariwisata.

Follow jogjasatu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogjapolitan.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks