Pencarian

PWB 5 Jogja Siapkan Sabatan Pencak Silat yang Disebut Pertama di Indonesia, Ini Agenda Lengkapnya di Kota Jogja dan Sleman

Rabu, 26 Agustus 2026 • 23:57:31 WIB
PWB 5 Jogja Siapkan Sabatan Pencak Silat yang Disebut Pertama di Indonesia, Ini Agenda Lengkapnya di Kota Jogja dan Sleman
Komunitas pencak silat dari berbagai perguruan menampilkan kolaborasi Sabatan Pencak pada puncak PWB 5 di Yogyakarta.

JOGJA — Pencak silat kembali diangkat sebagai panggung diplomasi budaya lewat gelaran Pencak Wisata Budaya ke-5 (PWB 5) yang berlangsung tiga hari, 27-29 Agustus 2026. Acara yang diselenggarakan Komunitas Paseduluran Angkringan Silat (PAS) ini menyebar di sejumlah titik jantung Kota Jogja dan kawasan Desa Turi, Sleman.

Bedanya dari tahun-tahun sebelumnya, puncak acara akan menampilkan Sabatan Pencak. Pertunjukan ini melibatkan puluhan komunitas pencak silat dalam satu panggung kolaborasi.

Sabatan Pencak: Teknik Sabet yang Dikemas Jadi Pertunjukan

Sabatan dalam pencak silat merupakan teknik serangan atau pembelaan menggunakan lengan dan kaki yang diayunkan melengkung menyerupai gerakan menyabet. Teknik ini mengandalkan momentum putaran tubuh untuk menghasilkan dorongan tenaga kuat guna memukul, menangkis, atau menjatuhkan lawan.

"Kita akan menggelar sebuah gelaran yang ini mungkin belum ada di Indonesia, namanya Sabatan Pencak. Kita akan tampilkan bagaimana Sabatan Pencak yang terdiri dari beberapa komunitas pencak silat dan kemudian kita jadikan sebuah pertunjukan," ungkap Suryo, perwakilan PAS.

Pertunjukan ini dijadwalkan tampil pada malam Minggu sebagai rangkaian puncak PWB 5. Masyarakat umum dapat menyaksikan langsung kolaborasi lintas perguruan tersebut.

Lomba Koreografi Anak di Taman Pintar hingga Sarasehan di UGM

Sebelum puncak acara, sejumlah kegiatan edukatif dan kreatif telah disiapkan panitia. Lomba koreografi anak di Taman Pintar memperebutkan Piala Sri Paduka KGPAA Paku Alam X. Selain itu ada lomba mewarnai, workshop, hingga sarasehan kebudayaan di GIK UGM.

Camp pencak silat juga digelar di Turi, Sleman, sebagai bagian dari agenda utama. Kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan tradisi pencak silat dengan potensi pariwisata daerah.

Yosi, perwakilan PAS lainnya, menegaskan pencak silat bukan sekadar keterampilan bela diri. Ia merepresentasikan identitas dan nilai kehidupan masyarakat Nusantara.

"Pencak Silat adalah cermin jati diri Nusantara. Di dalamnya terkandung falsafah hidup: budi pekerti luhur, rasa hormat kepada sesama, keberanian membela kebenaran, serta keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta," kata Yosi.

Bazaar Pencak Silat di Malioboro untuk UMKM

Penyelenggara juga menghadirkan Bazaar Pencak Silat di kawasan Malioboro/Taman Pintar. Kehadiran bazaar ini diarahkan untuk menggeliatkan sektor UMKM sekaligus memberi kontribusi ekonomi nyata bagi para praktisi pencak silat tradisi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menilai penyelenggaraan PWB 5 memiliki nilai strategis dalam menjaga marwah warisan budaya takbenda yang telah memperoleh pengakuan global.

"Melalui PWB 5, kita ingin menegaskan kembali kepada masyarakat luas, baik domestik maupun internasional, bahwa melestarikan Pencak Silat berarti mempertahankan pondasi moral dan kearifan lokal bangsa," ujar Dian Lakshmi Pratiwi, Rabu (24/8/2026).

Follow jogjasatu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogjapolitan.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks