SLEMAN — Panorama lereng Gunung Merapi menjadi latar belakang gelaran Fun Run 6K yang merupakan rangkaian Transmigrasi Festival 2026. Acara yang berlangsung di D'Kaliurang Camping Ground ini menyasar peserta lintas kalangan, termasuk generasi muda yang selama ini mungkin asing dengan istilah transmigrasi.
Berbeda dengan event lari pada umumnya yang identik dengan jalanan perkotaan, rute sejauh 6 kilometer di Kaliurang menawarkan pengalaman olahraga dengan pemandangan alam khas dataran tinggi. Konsep inilah yang diusung untuk menarik minat masyarakat terhadap program transmigrasi.
Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Dampak Kegiatan
Kepala BBPPMT Yogyakarta, Tunggak Santosa, S.H., M.H., menegaskan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci dalam memperluas dampak acara ini.
"Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperkuat dampak kegiatan. Fun Run 6K diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan olahraga semata, tetapi juga mampu membuka ruang interaksi antara masyarakat, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan," ujar Tunggak.
Pendekatan Baru Perkenalkan Transmigrasi ke Publik
Menurut Tunggak, pelaksanaan Fun Run 6K menjadi salah satu pendekatan baru dalam memperkenalkan program transmigrasi. Ia menjelaskan, pembangunan transmigrasi saat ini memiliki cakupan yang lebih luas dari sekadar pembangunan kawasan.
Program tersebut kini berkaitan erat dengan peningkatan kapasitas masyarakat, pengembangan potensi lokal, penguatan ekonomi, serta penciptaan kawasan yang mampu tumbuh secara berkelanjutan. Melalui kegiatan lari yang tengah populer ini, pesan tersebut diharapkan lebih mudah diterima publik.
UMKM Lokal Ramaikan Festival, Jadi Motor Ekonomi Warga
Gelaran ini tak hanya menjadi ajang olahraga. Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat turut hadir memamerkan produk dan jasanya kepada peserta serta pengunjung.
Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya menumbuhkan semangat pemberdayaan ekonomi lokal yang menjadi salah satu tujuan penyelenggaraan festival. Para pelaku usaha lokal berpeluang menjangkau konsumen lebih luas sekaligus membangun jejaring dengan komunitas dari berbagai daerah.
Sejak awal kegiatan, peserta terlihat antusias mengikuti Fun Run 6K. Selain berlari, mereka juga menikmati berbagai fasilitas dan kegiatan pendukung yang telah disiapkan panitia. Pembagian hadiah dan doorprize turut menambah kemeriahan acara hingga berakhir.
Agenda Lanjutan Transmigrasi Festival 2026
Ke depan, BBPPMT Yogyakarta akan terus memperkenalkan berbagai potensi kawasan transmigrasi, mulai dari komoditas unggulan, budaya, kreativitas masyarakat, hingga kisah keberhasilan masyarakat dalam membangun kawasan.
Upaya tersebut akan dilakukan melalui sejumlah agenda Transmigrasi Festival 2026 selanjutnya, antara lain Summer Course Festival Kopi di Rempang Eco City, Batam, kegiatan literasi Storytelling Ketransmigrasian, serta Hari Bhakti Transmigrasi.