DI YOGYAKARTA — Setelah lebih dari satu dekade mengembangkan ponsel minimalis, Light akhirnya memperkenalkan model flip phone anyar. Dalam wawancara dengan podcast Equity milik TechCrunch, Tang dan Hollier mengungkapkan bahwa perangkat ini merupakan respons terhadap gelombang “attention activists” — kelompok pengguna yang mulai melawan dominasi Big Tech.
Konsep Ponsel untuk “Anti-Smartphone Generation”
Light Phone bukan sekadar ponsel biasa. Produk ini sengaja dibuat tanpa fitur-fitur yang biasa ditemukan di smartphone modern, seperti media sosial, notifikasi tanpa henti, atau akses aplikasi yang menguras perhatian.
“No one’s making a phone like this,” ujar Tang dan Hollier dalam podcast tersebut, menekankan bahwa pendekatan mereka berbeda dari produsen ponsel lain. Target utamanya adalah generasi yang mulai sadar akan dampak negatif kecanduan digital.
Kolaborasi dengan Nama Besar
Sepanjang perjalanannya, Light telah menggandeng sejumlah figur publik untuk memperkuat misinya. Andrew Yang, mantan calon presiden AS; musisi Kendrick Lamar; dan komedian Pete Davidson disebut sebagai mitra yang turut mendukung visi perusahaan. Meski detail kolaborasi tidak dijelaskan lebih lanjut, keterlibatan mereka menunjukkan bahwa gerakan ini sudah menjangkau kalangan selebritas dan aktivis.
Mengapa Ponsel Flip Kembali Relevan?
Menurut Tang dan Hollier, kebangkitan ponsel flip bukan sekadar tren nostalgia. Mereka melihatnya sebagai bentuk perlawanan terhadap ekosistem smartphone yang dianggap terlalu mengontrol waktu dan perhatian pengguna. Light Phone hadir dengan fitur esensial — telepon, SMS, dan beberapa alat dasar — tanpa distorsi dari aplikasi modern.
“The anti-smartphone backlash is only just getting started,” kata mereka, menandakan bahwa pasar untuk perangkat sederhana masih akan terus tumbuh.
Harga dan Ketersediaan
Hingga berita ini diturunkan, Light belum mengumumkan harga resmi untuk pasar Indonesia. Di Amerika Serikat, Light Phone dibanderol mulai dari ratusan dolar. Belum ada konfirmasi apakah perangkat ini akan masuk ke Indonesia secara resmi.
Siapa yang Cocok Menggunakan Light Phone?
Ponsel ini paling cocok untuk pengguna yang ingin mengurangi ketergantungan pada smartphone — baik untuk alasan produktivitas, kesehatan mental, atau sekadar ingin jeda dari hiruk-pikuk digital. Bagi yang masih membutuhkan aplikasi perbankan atau transportasi online, Light Phone mungkin bukan pilihan utama.
Dengan dukungan dari tokoh publik dan komunitas “attention activists”, Light sepertinya berhasil menempatkan diri sebagai alternatif bagi mereka yang muak dengan dominasi layar.