CARACAS — Gempa bumi kembar yang melanda Venezuela pada 24 Juni lalu meninggalkan luka mendalam. Hingga pengumuman terbaru, jumlah korban jiwa terus merangkak naik menjadi 5.346 orang, dengan 16.740 lainnya terluka. Tim penyelamat masih bekerja, dan sebanyak 6.462 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Lebih dari 23.000 Warga Mengungsi di 107 Titik
Data terbaru menunjukkan total 23.122 orang kini ditampung di 107 lokasi pengungsian. Bencana ini juga menghancurkan infrastruktur vital; 856 bangunan dilaporkan rusak, dan 190 di antaranya benar-benar rata dengan tanah.
Pemerintah Venezuela langsung menetapkan status darurat setelah dua gempa besar—berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5—mengguncang hanya dalam selang waktu 39 detik. Guncangan susulan masih dilaporkan terjadi di beberapa wilayah.
30.989 Personel dan 2.278 Penyelamat Asing Dikerahkan
Upaya penanggulangan bencana melibatkan sumber daya besar. Sebanyak 30.989 personel layanan darurat dikerahkan, didukung 31.745 relawan. Komunitas internasional juga turun tangan dengan mengirimkan 2.278 penyelamat asing serta bantuan kemanusiaan ke negara Amerika Latin itu.
Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, menyampaikan data lengkap korban dan kerusakan melalui kanal Telegram miliknya. Ia menyebut angka korban jiwa masih mungkin bertambah seiring proses pencarian dan identifikasi yang terus berjalan di puing-puing bangunan.
Dua Gempa Dahsyat dalam 39 Detik
Bencana ini dipicu oleh dua gempa bumi kuat yang terjadi hampir bersamaan pada 24 Juni. Gempa pertama berkekuatan Magnitudo 7,2, disusul gempa kedua Magnitudo 7,5 hanya 39 detik kemudian. Guncangan ganda itu menyebabkan kepanikan massal dan keruntuhan bangunan dalam skala besar, terutama di wilayah pesisir dan perkotaan Venezuela.
Pemerintah setempat masih fokus pada upaya pencarian korban dan distribusi bantuan darurat. Bantuan medis, logistik, dan tim penyelamat dari berbagai negara terus berdatangan untuk meringankan beban para pengungsi.