WONOSARI — Layar lebar di Alun-alun Wonosari tak mampu menampung seluruh wajah yang datang. Sekitar 3.000 warga dari berbagai penjuru Gunungkidul memadati area tersebut untuk menyaksikan laga puncak Piala Dunia 2026.
Bupati: Bukan Sekadar Hiburan, tapi Penyemangat Atlet Muda
Endah Subekti Kuntariningsih menyebut kegiatan ini bukan sekadar tontonan. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sengaja memfasilitasi nobar sebagai ruang kebersamaan bagi para pecinta sepak bola.
"Memberikan ruang kepada masyarakat pecinta bola melalui nonton bareng gelaran final Piala Dunia," ujarnya saat ditemui usai acara.
Ia menekankan, semangat kompetisi dan sportivitas yang ditampilkan para pemain level dunia diharapkan mampu memantik talenta lokal. "Mudah-mudahan ini memotivasi Persig Gunungkidul untuk lebih baik lagi," katanya.
Pemkab Siap Fasilitasi Nobar Timnas Indonesia
Antusiasme warga yang meluap membuat Pemkab Gunungkidul berencana mengulang kegiatan serupa. Bupati memastikan pemerintah daerah akan kembali memfasilitasi nobar saat Tim Nasional Indonesia bertanding.
"Nanti kita juga akan fasilitasi ketika Timnas Indonesia main," pungkasnya.
Langkah ini diambil agar gairah sepak bola di Gunungkidul terus tumbuh. Tidak hanya sebagai hiburan malam, tetapi juga menjadi pemicu lahirnya bibit-bibit atlet berbakat yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Siapa Saja yang Hadir?
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Mereka duduk di barisan depan, menyatu dengan warga yang datang dari berbagai kecamatan.
Suasana semakin meriah saat pemain memasuki lapangan. Sorak-sorai warga menggema di sepanjang Alun-alun Wonosari, menjadikan malam Minggu itu berbeda dari biasanya.