YOGYAKARTA — Plt Kepala Dinsosnakertrans Kota Jogja, Patricia Heny Dian Anitasari, menyebut seluruh rangkaian acara job fair ini tidak dipungut biaya alias gratis. Proses rekrutmen dilakukan secara transparan oleh masing-masing perusahaan peserta.
"Kami juga berkomitmen menyediakan kesempatan kerja yang sama bagi penyandang disabilitas," jelas Heny melalui keterangan tertulis, Selasa (14/7/2026).
Lowongan khusus itu difasilitasi oleh Unit Layanan Ketenagakerjaan Kota Yogyakarta. Job fair mengusung tagline Transformasi dari Kaum Rebahan Menjadi Kaum Gajian.
Sektor Ritel hingga Kuliner, Lulusan SMA Punya Peluang Besar
Puluhan perusahaan yang berpartisipasi bergerak di berbagai sektor: ritel, jasa, manufaktur, teknologi informasi, keuangan, kesehatan, hingga kuliner. Kabid Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Erna Nur Setyaningsih, mengatakan sebagian besar lowongan berasal dari sektor retail.
"Benar Kota Jogja bukan kawasan industri. Namun bagaimanapun juga, kita tetap berupaya untuk menyelenggarakan job fair," ujar Erna.
Erna menambahkan, data pengangguran di Kota Jogja mencapai 5,72 persen berdasarkan catatan BPS. Sementara data Dinsosnakertrans tahun 2025 mencatat sekitar 2.336 orang menganggur, dengan mayoritas lulusan SMA.
Tak Cuma Lowongan, Ada Konseling Karier Gratis
Empat Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) turut hadir memberikan informasi peningkatan kompetensi bagi masyarakat. Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) juga membuka informasi peluang kerja ke luar negeri secara resmi dan aman.
Pencari kerja yang masih bingung menentukan pilihan karier bisa memanfaatkan layanan konseling karier gratis. "Ini membuka peluang kita bersama untuk bisa memanfaatkan lowongan-lowongan yang ada," terang Heny.
Job Fair Jogja berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Pengunjung diminta menyiapkan curriculum vitae (CV) sebelum datang ke lokasi.