JAKARTA — Veda Ega Pratama, rookie asal Gunung Kidul yang berlaga di Moto3 2026, menutup paruh pertama musim dengan catatan impresif. Pembalap bernomor start 9 itu tidak hanya finis di posisi ketiga di Brasil—sejarah baru bagi Indonesia—tetapi juga menunjukkan konsistensi di sirkuit Eropa.
“Setengah musim yang bagus bagi saya, apalagi ini tahun pertama saya di Moto3. Dan di awal-awal seri targetnya cuma bisa mendapatkan poin,” ujar Veda kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.
Dari Start ke-20 ke Posisi Lima di Ceko
Salah satu penampilan paling menonjol terjadi di Moto3 Ceko. Veda memulai balapan dari urutan ke-20, namun mampu merangsek hingga finis di posisi kelima. Mental balapnya diuji dan ia lulus dengan nilai tinggi.
Di Moto3 Jerman, pekan lalu, Veda kembali menunjukkan taji. Start dari posisi ke-13 di Sirkuit Sachsenring, ia merebut poin krusial dengan finis di urutan kedelapan.
Musim Perdana Penuh Pelajaran
Meski hasilnya menggembirakan, Veda tak menampik bahwa musim perdananya tidak selalu berjalan mulus. Adaptasi dengan tim baru dan level kompetisi yang lebih tinggi menjadi tantangan tersendiri.
“Banyak juga pelajaran yang saya dapat karena ini tim baru dan kejuaraan ini juga baru buat saya. Jadi banyak pelajaran yang saya dapat,” kata Veda.
Ia menekankan bahwa setiap seri memberinya pengalaman berharga, terutama dalam hal strategi balapan dan manajemen ban di trek yang belum pernah ia kenal sebelumnya.
Fokus ke Tes Mandalika dan Moto3 Indonesia
Untuk paruh kedua musim, Veda telah menyiapkan rencana matang. Ia akan fokus pada latihan peningkatan fisik dan menjalani sesi tes di Sirkuit Mandalika, Lombok.
Persiapan itu menjadi bagian vital menjelang Moto3 Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Balapan kandang menjadi target utama Veda untuk kembali merebut podium di hadapan publik sendiri.