BANTUL — Puncak penutupan Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 di Pantai Parangkusumo diwarnai pengumuman para juara kompetisi. Penghargaan tertinggi, Piala Raja, jatuh ke tangan Rendy dari Tim Yudhistira, Sleman, melalui karyanya bertajuk Train Naga.
Layangan tersebut mengusung motif Candi Prambanan dan batik khas Yogyakarta. Perpaduan ini menjadi simbol pelestarian budaya lokal yang dikolaborasikan dengan kreativitas seni layang-layang modern.
"Ini merupakan kali kelima saya mengikuti Jogja International Kite Festival, dan akhirnya tahun ini bisa meraih Piala Raja. Tentu rasanya sangat bangga dan bersyukur karena persiapan yang kami lakukan selama kurang lebih dua bulan bersama Tim Yudhistira akhirnya membuahkan hasil," ujar Rendy.
17 Negara dan Ratusan Komunitas Meriahkan JIKF 2026
Festival yang digelar selama dua hari ini menghadirkan peserta dari 17 negara. Momen penutupan semakin meriah ketika seluruh delegasi tampil mengenakan busana tradisional khas negara masing-masing, mencerminkan keberagaman budaya yang menjadi ciri khas festival.
Panitia juga memberikan Special Awards kepada sejumlah delegasi internasional. Vietnam dinobatkan sebagai Best Performance, Jerman meraih Best Kite, Haiti sebagai Best Performance Most Expressive, dan China mendapatkan penghargaan Best Performance – Traditional Kite.
Daftar Juara di Berbagai Kategori
Selain Piala Raja, panitia mengumumkan para juara pada lima kategori perlombaan. Berikut daftar lengkapnya:
- Kategori Tradisional: Pelayang Cilacap
- Kategori 2 Dimensi: Komam Kite
- Kategori 3 Dimensi: Fakta Club
- Kategori Train: Cakra Jawa Tengah
- Kategori Rokkaku: Tatto Kite
Harapan Jadi Festival Layang-Layang Bertaraf Dunia
JIKF 2026 diselenggarakan oleh Komunitas Angkasa Satuyang yang diketuai RDA Yuristianto. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata melalui Event by Indonesia, Dinas Pariwisata DIY, Pemerintah Kabupaten Bantul, serta berbagai mitra dan sponsor.
Ketua Panitia JIKF 2026, Anang Sarijiyanto, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan tahun ini. Ia menekankan bahwa peserta internasional maupun nasional merasa senang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
"Secara keseluruhan penyelenggaraan JIKF 2026 berakhir dengan sangat memuaskan. Harapan kami, JIKF dapat terus berkembang dengan kualitas yang semakin baik serta mendapat dukungan yang lebih besar agar mampu menjadi festival layang-layang bertaraf dunia," ujarnya.
Rangkaian Kegiatan: Dari Olimpiade Pelajar hingga Night Flying
Selama dua hari penyelenggaraan, JIKF 2026 menghadirkan berbagai kegiatan. Mulai dari Ollanesia (Olimpiade Layang-Layang Pelajar Indonesia), kompetisi layang-layang nasional dan internasional, Night Flying Kite Show, pertunjukan budaya, pameran UMKM, hingga riset pariwisata.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, relawan, dan masyarakat, JIKF kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu ikon pariwisata budaya Indonesia. Festival ini dinilai mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif sekaligus mempererat persahabatan antarbangsa melalui seni layang-layang.