Kepala Disdikpora Bantul Nugroho mengatakan pemantauan daring ini dilakukan untuk menyamakan persepsi seluruh sekolah tentang paradigma MPLS Ramah. Aturan itu tertuang dalam Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 yang mewajibkan MPLS bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan aktivitas tidak mendidik.
MPLS Ramah: Bukan Sekadar Perkenalan, Tapi Pembentukan Karakter
"MPLS menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa aman, nyaman, bahagia, serta membangun karakter disiplin dan semangat belajar sejak hari pertama," kata Nugroho dalam sambutan pembukaan yang disiarkan langsung.
Ia menekankan MPLS Ramah harus menjadi ruang pembelajaran yang menyenangkan dan inklusif. Bukan ajang senioritas atau perploncoan yang selama ini kerap terjadi di sejumlah daerah.
1.133 Sekolah Ikut Serta, Materi Utama: Tujuh Kebiasaan Anak Hebat
Rincian peserta MPLS di Bantul meliputi 501 TK, 402 SD/MI, 144 SMP/MTs, 37 SMA/MA, dan 49 SMK. Seluruhnya mengikuti pembukaan secara virtual melalui zoom meeting dan siaran YouTube.
Nugroho merinci materi utama MPLS tahun ini meliputi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, etika bermedia sosial, Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), serta gerakan rukun sesama teman.
Materi Pilihan: Pencegahan Napza dan Pengenalan Budaya Lokal
Selain materi wajib, sekolah juga diminta menyisipkan materi pilihan tentang pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza) serta pengenalan budaya khas di lingkungan sekolah.
"Materi pilihannya terkait pencegahan Napza dan budaya khas di sekolah," ujar Nugroho.
Bupati Bantul Berdialog Langsung dengan Siswa Baru
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih turun langsung berdialog dengan sejumlah siswa dan guru yang mengikuti kegiatan secara daring. Ia berpesan agar peserta didik baru mengikuti seluruh rangkaian MPLS dengan baik.
"Kalian akan dididik oleh para guru, ikutilah mereka dengan baik dan perhatikan guru kalian saat mengajar," kata Halim.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran bersama antara guru, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung proses pendidikan anak. "Kalian adalah generasi emas Indonesia," ujarnya menutup sambutan.