Pemerintah Kabupaten Gunungkidul resmi memindahkan lokasi Car Free Day (CFD) dari kawasan Alun-Alun Wonosari ke Jalan Brigjen Katamso-Jalan KH Agus Salim, Kapanewon Wonosari. Pemindahan ini ditetapkan melalui Peraturan Bupati Gunungkidul Nomor 19 Tahun 2026 sebagai perubahan atas Peraturan Bupati Nomor 9 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Bupati Endah Subekti Kuntariningsih menyebut lokasi baru ini hadir sebagai ruang publik yang lebih sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.
GUNUNGKIDUL — Sejumlah pedagang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengaku merasakan dampak langsung dari perpindahan lokasi CFD tersebut. Salah satunya Eni Sudaryana, yang menilai lokasi baru lebih representatif dan luas dibandingkan kawasan sebelumnya.
"Lebih luas, UMKM juga tidak berdempet-dempetan," kata Eni.
Eni juga merasakan peningkatan jumlah pengunjung CFD secara keseluruhan, yang menurutnya otomatis mempengaruhi pendapatan para pelaku UMKM. "Tempatnya lebih tertata dan pengunjungnya lebih ramai," ujarnya.
Alasan Pemkab Gunungkidul Pindahkan Lokasi CFD
Bupati Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan pemindahan lokasi merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan ruang publik yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. Pemkab juga menetapkan dasar hukum perpindahan melalui Peraturan Bupati Gunungkidul Nomor 19 Tahun 2026.
"Pemindahan lokasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan ruang publik yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat," katanya.
Menurut Endah, lokasi baru yang digelar di Jalan Brigjen Katamso-Jalan KH Agus Salim ini sebelumnya tidak digunakan untuk CFD. Kawasan Jalan Masjid dan Alun-Alun Wonosari menjadi lokasi lama yang kini ditinggalkan.
CFD Jadi Ruang Sosial dan Penggerak Ekonomi UMKM
Selain menjadi ruang berolahraga, Endah menilai CFD juga berfungsi sebagai ruang sosial yang mewadahi pelaku UMKM untuk berjualan sesuai regulasi yang berlaku. Menurutnya, keberadaan pedagang di kawasan CFD dapat menggerakkan ekonomi setempat.
"Mari kita beri ruang bagi produk lokal untuk tumbuh. Mari kita dukung UMKM, petani, dan pelaku kuliner kita. Ketika ekonomi masyarakat bergerak, kekuatan ekonomi daerah juga ikut tumbuh," katanya.
Endah menyebut upaya peningkatan ekonomi melalui pembangunan CFD sejalan dengan prioritas pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Ia juga mengaitkannya dengan pesan Presiden pertama Soekarno tentang patriotisme ekonomi.
Harapan untuk Wisatawan dan Evaluasi Berkelanjutan
Endah berharap wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul dapat singgah di lokasi CFD baru untuk menikmati kuliner lokal dan membeli produk UMKM. Menurutnya, produk tersebut bisa menjadi bekal melanjutkan perjalanan pulang atau menuju objek wisata.
"HBKB diharapkan memberikan manfaat ganda bagi kesehatan masyarakat sekaligus keberlangsungan pariwisata daerah," katanya.
Pemkab Gunungkidul menyatakan akan terus mengevaluasi dan mengembangkan penyelenggaraan HBKB sesuai dinamika kebutuhan masyarakat. Endah menegaskan evaluasi dilakukan agar CFD tetap relevan dengan kebutuhan warga Gunungkidul.
"HBKB terus kita evaluasi dan kembangkan sesuai dinamika kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Pada hari pertama pelaksanaan di lokasi baru, Endah menyatakan partisipasi warga terbilang tinggi. "Hari ini kita melihat partisipasi yang luar biasa di lokasi baru ini," katanya.