BANTUL — Kabar duka menyelimuti jagat seni rupa Indonesia. Nasirun, maestro seni lukis yang dikenal dengan karya-karya ekspresif bernuansa kerakyatan, mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit AMC Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (dini hari). Kepergiannya mengejutkan banyak pihak, termasuk tetangga terdekatnya yang baru saja berbincang dengannya sehari sebelumnya.
Bimo Aditya, tetangga Nasirun di Perum Bayeman Permai, Onggobayan, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Bantul, membenarkan kabar duka tersebut. Ia mengaku masih sempat bertemu dan mengobrol dengan almarhum pada Jumat sore.
Sempat Mengeluh Sakit Dada dan Asam Lambung
Bimo menuturkan, kondisi kesehatan Nasirun belakangan ini memang sempat menurun. "Tapi memang akhir-akhir ini (Nasirun) mengeluh dada sakit dan ada asam lambung," katanya saat dihubungi pada Sabtu pagi.
Meski demikian, kabar kepergian Nasirun tetap terasa mendadak. Bimo menyebut dirinya tengah bersiap menuju rumah duka ketika mengonfirmasi kabar tersebut. "Benar, ini saya persiapan menuju ke rumah duka," ujarnya.
Dimakamkan di Makam Seniman Girisapto Imogiri
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari surat berita lelayu, jenazah Nasirun akan disemayamkan di Makam Seniman Girisapto Imogiri yang berlokasi di Tilamat, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. Prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Sabtu pukul 14.00 WIB.
Makam Seniman Girisapto Imogiri merupakan kompleks pemakaman khusus yang menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi sejumlah seniman besar Yogyakarta. Lokasinya yang berada di kawasan Imogiri menjadikannya tempat yang layak untuk menghormati jasa para pelaku seni.
Perjalanan Karier Nasirun di Panggung Seni Rupa Nasional
Nasirun dikenal sebagai salah satu perupa penting Indonesia yang lahir di Cilacap, Jawa Tengah. Ia memilih Yogyakarta sebagai tempat menetap dan mengembangkan kariernya selama puluhan tahun. Karya-karyanya kerap menampilkan figur-figur manusia dengan gestur dinamis, sarat kritik sosial, dan sentuhan humor yang khas.
Sepanjang kariernya, Nasirun telah menggelar berbagai pameran tunggal maupun bersama, baik di dalam maupun luar negeri. Namanya masuk dalam jajaran seniman yang konsisten mengangkat tradisi dan kehidupan sehari-hari masyarakat kecil ke dalam kanvas. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi komunitas seni rupa Indonesia, khususnya di Yogyakarta.