Pencarian

Ahsan/Hendra Juara Dunia Terakhir Indonesia, 11 Wakil di Kejuaraan Dunia 2026 Angkat Harapan

Kamis, 13 Agustus 2026 • 07:40:01 WIB
Ahsan/Hendra Juara Dunia Terakhir Indonesia, 11 Wakil di Kejuaraan Dunia 2026 Angkat Harapan
Pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, berfoto usai meraih gelar juara dunia BWF 2019 di Basel, Swiss.

DI YOGYAKARTA — Kiprah Ahsan/Hendra di Kejuaraan Dunia 2019 Basel, Swiss, masih menjadi kenangan manis terakhir bagi pecinta bulu tangkis Tanah Air. Kala itu, pasangan berjuluk Daddies ini tampil sebagai unggulan keempat dan melaju mulus tanpa kehilangan satu gim pun hingga final. Kemenangan demi kemenangan mereka raih dengan dominasi yang nyaris sempurna, menjadikan gelar tersebut sebagai puncak kebangkitan karier keduanya di usia yang tak lagi muda.

Laju Sempurna Daddies di Basel 2019

Perjalanan Ahsan/Hendra di Swiss terbuka dengan kemenangan telak 21-13 dan 21-12 atas wakil Belanda, Jelle Maas/Robin Tabeling. Konsistensi permainan mereka berlanjut di babak 32 besar saat menundukkan pasangan Skotlandia, Alexander Dunn/Adam Hall, lewat pertarungan dua gim langsung 21-19 dan 21-16.

Di babak perempatfinal, duet senior Indonesia ini kembali menunjukkan kelasnya. Berlaga di St. Jakobshalle, mereka menekuk pasangan Taiwan, Liao Min-chun/Su Ching-heng, dengan skor 21-17 dan 21-19. Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan mereka melaju mulus ke semifinal tanpa sekalipun dipaksa bermain rubber game.

Mengapa Titel Ini Menjadi Penantian Terpanjang?

Setelah kepergian Ahsan/Hendra dari puncak performa, regenerasi di sektor ganda putra belum mampu mengulang kesuksesan serupa. Alhasil, sejak 2019, Indonesia selalu pulang tanpa gelar dari ajang paling prestisius di kalender BWF ini. Kondisi itu pula yang membuat harapan besar kini disematkan kepada 11 wakil yang akan berlaga di India, dengan tekanan untuk memutus puasa gelar semakin besar.

Beban dan Peluang di New Delhi

Turnamen di India bukan sekadar ajang mencari gelar, melainkan panggung pembuktian bagi para pemain muda untuk meniru jejak Ahsan/Hendra. Skuat Merah Putih yang berangkat kali ini membawa komposisi merata di semua sektor, dari tunggal putra hingga ganda campuran. Namun, sejarah menunjukkan bahwa ganda putra selalu menjadi andalan terbesar Indonesia di kejuaraan dunia.

Pertanyaan besarnya kini, akankah salah satu dari 11 wakil tersebut mampu mengakhiri dahaga gelar dan menciptakan kisah baru setelah era keemasan Ahsan/Hendra? Jawabannya akan mulai terjawab di New Delhi, Agustus mendatang.

Follow jogjasatu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sports.okezone.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks