DI YOGYAKARTA — Selama ini, pembahasan tentang anak neurodivergent hampir selalu berpusat pada pendapat dokter, psikolog, atau terapis. Padahal, ada satu pihak yang paling lama mendampingi tumbuh kembang anak setiap hari—orang tua. Atelier of Minds, sebuah inisiatif yang fokus pada isu neurodiversitas, mencoba menjembatani celah ini melalui survei terhadap 173 orang tua dari berbagai kota di Indonesia.
Hasilnya mengungkap realita yang jarang terdengar: orang tua justru lebih dulu peka terhadap perubahan anak, namun kerap berjuang sendiri menghadapi kekhawatiran, tekanan sosial, hingga beban finansial. Survei ini melibatkan orang tua dengan anak yang memiliki kondisi beragam, mulai dari autism spectrum disorder (ASD), ADHD, hingga sensory processing disorder.