YOGYAKARTA — Tujuh kelurahan di Kota Yogyakarta menerima bantuan peralatan kebencanaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY. Bantuan yang diserahkan secara simbolis pada Sabtu (15/2) itu mencakup 13 jenis peralatan, mulai dari genset, chainsaw, hingga tenda pengungsian.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menegaskan relawan adalah garda terdepan dalam penanganan bencana. "Garda terdepan di dalam penanggulangan bencana adalah teman-teman relawan dengan 'backup' kami di pemerintah," ujarnya di Yogyakarta, Sabtu.
Daftar Lengkap Peralatan dan Penerima Hibah
Peralatan yang disalurkan meliputi genset, lampu tembak, angkong (kereta dorong), sekop, chainsaw (gergaji mesin), linggis, sepatu boot, helm safety, jas hujan, sarung tangan, kabel listrik, hingga tenda. Barang-barang tersebut diharapkan menunjang operasional relawan saat mitigasi maupun penanganan darurat.
Penerima hibah adalah Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) Demangan, Kaltana Kotabaru, Kaltana Rejowinangun, Kaltana Gunungketur, Kaltana Wirobrajan, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Semaki dan FPRB Panembahan.
Dukungan DPRD untuk Ketangguhan Masyarakat
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menyatakan komitmennya memperjuangkan bantuan peralatan mitigasi bencana. Menurutnya, kesiapsiagaan masyarakat menghadapi dampak bencana adalah hal penting yang terus dikerjakan.
"Terima kasih BPBD DIY yang telah memfasilitasi alat penanggulangan bencana, semoga bermanfaat wujudkan Yogyakarta tangguh hadapi bencana," kata Eko. Ia berharap peralatan tersebut dimanfaatkan dengan baik agar ketangguhan masyarakat semakin kuat.
Antisipasi Kekeringan di DIY
Komisi A DPRD DIY mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) mengambil langkah konkret dan responsif dalam mengantisipasi dampak bencana kekeringan yang berpotensi melanda wilayah DIY. Potensi ini memerlukan kewaspadaan tinggi serta kolaborasi lintas sektor.
"Potensi ancaman ini memerlukan kewaspadaan tinggi serta kolaborasi lintas sektor agar masyarakat terlindungi dari dampak buruk kekeringan, terutama terhadap sektor pangan, ketersediaan air, dan kesehatan," tegasnya.