YOGYAKARTA — Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta memastikan penambahan kuota kursi SMP negeri pada SPMB tahun ajaran 2026/2027. Keputusan ini diambil untuk menjawab kebutuhan akses pendidikan di wilayah Jogja Selatan yang selama ini dinilai masih terbatas.
Kepala Dindikpora Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori menyebutkan, total daya tampung tahun ini mencapai 3.584 kursi. Rinciannya, 64 kursi untuk Kelas Khusus Olahraga (KKO) dan 3.520 kursi melalui sistem Real Time Online (RTO). “Kami menambah daya tampung untuk wilayah Jogja Selatan, yakni di SMP Negeri 10 Yogyakarta dengan penambahan dua rombongan belajar. Ini untuk menjawab kebutuhan akses pendidikan di Jogja Selatan,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6/2026).
Jalur Afirmasi Ditingkatkan, Disabilitas Jadi Prioritas
Dari total kuota RTO, Dindikpora mengalokasikan porsi besar untuk jalur afirmasi. Jalur afirmasi Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS) mendapat jatah 19 persen, sementara jalur afirmasi disabilitas sebesar 6 persen. Tahun lalu, total porsi afirmasi hanya 20 persen, kini dinaikkan menjadi 25 persen.
Budi menegaskan, seluruh anak dari keluarga KSJPS dipastikan tertampung di sekolah negeri karena pemerintah memiliki basis data yang jelas. “Insya Allah seluruh anak dari keluarga KSJPS dapat tertampung di sekolah negeri,” katanya.
Untuk anak penyandang disabilitas, Dindikpora menyediakan 211 kursi. Jumlah ini jauh melampaui total lulusan SD berkebutuhan khusus di Kota Yogyakarta yang tercatat 129 anak. Bahkan, jika terpaksa harus bersekolah di SMP swasta, Pemkot Yogyakarta berkomitmen memberikan bantuan dana penuh melalui program Jaminan Pendidikan Daerah (JPD).
“Jika terpaksa masuk ke SMP swasta di Kota Jogja, anak-anak penyandang disabilitas akan mendapatkan bantuan JPD yang disamakan dengan skema KMS. Ini bentuk empati Pemkot Jogja kepada anak-anak berkebutuhan khusus tanpa memandang latar belakangnya,” ungkap Budi.
Fitur Baru SPMB 2026: Perubahan Pilihan Sekolah Secara Dinamis
Kepala Bidang Pendidik, Tenaga Kependidikan, Data dan Sistem Informasi Dindikpora Kota Yogyakarta, Mannarima, menjelaskan terdapat fitur baru dalam SPMB RTO tahun ini. Calon peserta didik dapat mengubah pilihan sekolah di setiap jalur berdasarkan pergeseran peringkat seleksi yang bergerak dinamis.
“Calon peserta didik dapat mengubah sekolah tujuan baik pilihan pertama maupun kedua ketika melihat peringkatnya sudah tidak masuk, sehingga masih memiliki kesempatan untuk memilih sekolah lain,” jelas Mannarima.
Untuk mendukung kelancaran pendaftaran, Dindikpora membuka posko konsultasi tatap muka di kantor dinas dan posko layanan teknis di setiap sekolah. Informasi lengkap dapat diakses melalui laman resmi https://yogya.spmb.id/.
Capaian Akademik: Yogyakarta Peringkat Pertama Nasional TKA
Di luar kebijakan penerimaan, Budi menyebut capaian akademik Kota Yogyakarta menjadi modal penting dalam menjaga reputasi pendidikan. Pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang pertama kali digelar secara nasional tahun 2026, Kota Yogyakarta menempati peringkat pertama untuk jenjang SD dan SMP.
Rata-rata nilai TKA SD mencapai 72,71, sementara untuk SMP menyentuh 135,49. “Capaian kognitif ini mendorong kami untuk terus mengembangkan aspek lain yaitu karakter. Tahun 2026 ini kami canangkan pembelajaran berbasis agama untuk lima agama yang ada. Pendidikan Khas Kejogjaan juga mulai diterapkan,” terang Budi.
Secara keseluruhan, lulusan SD di Kota Yogyakarta setiap tahun mencapai sekitar 6.800 siswa. Sementara total daya tampung gabungan SMP negeri dan swasta melimpah hingga hampir 9.000 kursi, sehingga seluruh lulusan dipastikan dapat melanjutkan pendidikan.