Pencarian

SMP Negeri 15 Yogyakarta Buktikan Pendidikan Inklusif Terbaik, 19 Siswa Disabilitas Berbaur dengan 900 Anak Reguler

Senin, 10 Agustus 2026 • 18:36:01 WIB
SMP Negeri 15 Yogyakarta Buktikan Pendidikan Inklusif Terbaik, 19 Siswa Disabilitas Berbaur dengan 900 Anak Reguler
Siswa SMP Negeri 15 Yogyakarta berbaur dalam kegiatan belajar mengajar di kelas inklusif.

YOGYAKARTA — Deretan piagam penghargaan di dinding ruang Kepala SMP Negeri 15 Yogyakarta bukan sekadar pajangan. Penghargaan Anugerah Anak Jogja dari Gubernur DIY hingga KPAID Award menjadi bukti nyata bahwa sekolah ini serius menerapkan konsep pendidikan inklusif di tengah hiruk-pikuk pusat kota.

Kepala SMP Negeri 15 Yogyakarta, Drs. Siswanto, menegaskan bahwa sekolah ramah anak pada dasarnya adalah sistem pembelajaran yang tidak membeda-bedakan latar belakang siswa.

"Pendidikan inklusif itu adalah pendidikan yang tidak membedakan-bedakan bagi jenis kelamin, karakter, gender, suku, ras, agama, dan semuanya. Dan itu semua dapat terfasilitasi di sini dalam pembelajaran," ujarnya.

Fasilitas Fisik yang Berbicara untuk Semua

Lokasi sekolah di tanah milik Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat seluas 10.615 meter persegi ini sengaja dirancang ramah bagi penyandang disabilitas. Ubin bertekstur khusus memandu siswa tunanetra dan pengguna kursi roda dari gerbang hingga ke ruang kelas di lantai bawah.

Toilet pun dilengkapi pegangan khusus untuk membantu siswa disabilitas. Pos keamanan di gerbang utama memastikan setiap tamu disapa sigap, menjadikan rasa aman sebagai prioritas utama sebelum proses belajar dimulai.

Guru Kompeten Menjadi Kunci Utama

Kepala sekolah menekankan bahwa sarana fisik hanyalah pelengkap. Kunci keberhasilan sekolah ramah anak justru terletak pada kompetensi guru dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman.

"Menyiapkan sarana fisik untuk anak berkebutuhan khusus adalah hal mudah, asalkan tersedia anggaran. Tapi kalau pembelajaran, sekolah memerlukan guru yang memiliki kompetensi dari hasil pelatihan," kata Siswanto.

Sekitar 60 guru di sekolah ini telah mengantongi sertifikat penanganan sekolah ramah anak. Mereka bertugas memastikan 900 siswa dari kelas VII hingga IX, termasuk 19 anak disabilitas, dapat berbaur dan bermain bersama tanpa sekat.

Perbauran Sosial Sejak di Bangku SMP

Kebijakan menerima siswa disabilitas melalui jalur khusus pada SPMB setiap tahun membuat perbedaan latar belakang justru menjadi kekuatan. Anak-anak berkebutuhan khusus duduk satu kelas dengan siswa reguler, menghapus stigma dan membangun empati sejak dini.

Dengan deretan prestasi ini, SMP Negeri 15 Yogyakarta membuktikan bahwa predikat kota pendidikan tidak hanya soal nilai akademik, melainkan juga bagaimana sekolah mampu menjadi rumah kedua yang aman bagi semua anak tanpa kecuali.

Follow jogjasatu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks