JAKARTA - Tahap akhir pembangunan tiga Sekolah Rakyat di Jawa Barat dikaitkan langsung oleh Kementerian PU dengan target 0% kemiskinan dalam Visi PU 608.
Ketiga sekolah berasrama gratis itu berdiri di Kabupaten Sumedang, Indramayu, dan Cirebon, bagian dari Program Prioritas Nasional Presiden Prabowo Subianto yang disiapkan untuk difungsikan secara bertahap.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan proyek ini adalah wujud kehadiran negara membuka akses pendidikan layak bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, sekaligus upaya memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan.
"Mereka yang selama ini tidak pernah merasakan sekolah bisa disekolahkan di sini. Bahkan bukan cuma disekolahkan, tapi dimuliakan. Dikasih fasilitas yang megah, dikasih buku, seragam, sepatu, makan, sampai tempat tidur di asrama. Jadi Pak Presiden Prabowo Subianto memuliakan anak-anak dari kalangan prasejahtera," kata Menteri Dody.
Saat ini ketiga sekolah tersebut memasuki tahap finishing pada sejumlah bagian bangunan, dan Kementerian PU memastikan pekerjaan penyempurnaan tetap memperhatikan aspek keselamatan serta tidak mengganggu kegiatan belajar-mengajar yang sudah berjalan.
"Untuk mengejar penyelesaian pembangunan, Kementerian PU menerapkan sejumlah strategi percepatan, antara lain sistem kerja tiga shift, metode kerja paralel, serta penggunaan metal deck slab dengan wiremesh," kata Menteri PU Dody Hanggodo.
PT Brantas Abipraya dan PT Uno Tanoh Seuramoh menjadi pelaksana proyek melalui KSO, dengan fasilitas terpadu berupa gedung sekolah, asrama siswa, rusun guru, laboratorium, masjid, gedung serbaguna, kantin, dapur, instalasi air bersih, pengolahan limbah, serta fasilitas olahraga.
Rampungnya proyek ini diharapkan memperkuat dukungan Kementerian PU terhadap Visi PU 608, khususnya target 0% kemiskinan, lewat infrastruktur pendidikan yang memperluas akses layanan dasar dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.