BANTUL — Sebuah truk tronton Mitsubishi bernomor polisi B-9657-BEU terguling di tikungan tajam Bokong Semar, Padukuhan Tambalan, Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan, Bantul, pada Sabtu (23/5/2026) pukul 07.30 WIB. Kecelakaan tunggal itu menimpa kendaraan pengangkut batu putih giling yang dikemudikan oleh RS (62), warga Mlipak, Wonosobo, bersama penumpang DI (50), asal Kutoarjo, Purworejo.
Kronologi Kecelakaan di Tikungan Menurun
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan truk melaju dari arah Gunungkidul menuju Yogyakarta. Saat tiba di tikungan menurun yang terkenal ekstrem itu, sopir mengambil lajur kanan. "Saat akan kembali ke lajur kiri, truk terguling," ujar Rita dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (25/5/2026).
Akibat insiden ini, sopir RS mengalami luka lecet di kaki kanan dan memar di punggung, sementara penumpang DI menderita patah tulang paha kiri. Keduanya kini menjalani perawatan di RSI PDHI Kalasan.
Polusi Debu Tebal Sempat Viral di Medsos
Proses evakuasi badan truk berukuran besar itu berlangsung dramatis dan baru tuntas pada Minggu (24/5/2026) dini hari. Namun, masalah belum selesai. Sisa tumpahan batu putih giling membuat aspal di sekitar lokasi diselimuti debu pekat, mengganggu jarak pandang dan kenyamanan pengendara.
Kondisi ini viral di media sosial pada hari Minggu. "Kemarin Sabtu saya lewat Sorogedug-Gading, karena jalan Jogja-Wonosari macet parah," ujar Maria, warga Playen yang terjebak kemacetan.
Pembersihan akhirnya dilakukan secara gotong royong oleh petugas Damkarmat BPBD Bantul dan armada truk tangki air relawan pada Minggu siang. Pantauan Kompas.com pada hari ini menunjukkan aspal sudah bersih total, hanya menyisakan sedikit debu tipis di pinggir jalan.
Jalur Wisata Macet Sepanjang Akhir Pekan
Kecelakaan ini menyebabkan kemacetan parah di jalur utama Yogyakarta-Wonosari karena kendaraan dari kedua arah harus bergantian melintas. Pada Sabtu dan Minggu, ruas ini merupakan akses vital menuju destinasi wisata di Gunungkidul, sehingga kepadatan arus lalu lintas semakin terasa. Warga diimbau berhati-hati saat melintasi tikungan Bokong Semar, terutama saat kondisi jalan menurun dan menikung tajam.