DI YOGYAKARTA — Kia Inggris menghadapi situasi sulit yang kemungkinan besar memaksa mereka menyuntik mati Kia Picanto pada akhir 2029. Paul Philpott, CEO Kia UK, menegaskan bahwa regulasi Zero Emission Vehicle (ZEV) Mandate membuat mobil kota bermesin bensin murni tidak lagi layak secara bisnis di wilayah tersebut.
Pemerintah Inggris menetapkan aturan ketat yang mengharuskan setiap pabrikan memenuhi persentase penjualan mobil listrik (EV) tertentu setiap tahunnya. Jika Kia tetap menjual Picanto yang hanya mengandalkan mesin bensin 1.000 cc tanpa bantuan tenaga listrik, hal itu akan memperburuk catatan kepatuhan emisi perusahaan secara keseluruhan.
Prioritas Kuota Penjualan untuk Kia Sportage
Philpott menjelaskan bahwa pada 2030, hanya 20 persen dari total penjualan mobil baru yang diizinkan menggunakan mesin pembakaran internal (ICE). Dengan kuota yang sangat terbatas tersebut, Kia harus memilih model mana yang paling memberikan keuntungan secara volume dan finansial untuk tetap dipertahankan.
Saat ini, Kia Sportage menyumbang sekitar 40 persen dari total volume penjualan Kia di Inggris. "Ketika Anda hanya bisa menjual 20 persen mobil non-EV, Anda tidak bisa menjual tujuh model ICE sekaligus," ujar Philpott saat menjelaskan dilema penyusunan lini produk mereka di masa depan.
Pilihan logis bagi Kia adalah mengalokasikan sisa kuota 20 persen tersebut untuk Sportage yang merupakan tulang punggung perusahaan. Dampaknya, model lain dengan margin lebih kecil atau emisi yang dianggap membebani seperti Picanto harus dikorbankan demi menjaga kelangsungan bisnis.
Target Ambisius ZEV Mandate Hingga 2030
Aturan ZEV Mandate mengharuskan 33 persen penjualan mobil baru pada 2026 berupa kendaraan listrik murni. Angka ini akan melonjak drastis menjadi 38 persen pada 2027 dan mencapai puncaknya di angka 80 persen pada 2030 mendatang sebelum pelarangan total mobil ICE di 2035.
- Target 2026: 33% penjualan wajib mobil listrik murni
- Target 2027: Kewajiban naik menjadi 38%
- Target 2030: Minimal 80% dari total penjualan harus mobil listrik
- Status Picanto: Mesin 1.0L bensin murni tanpa rencana pengembangan hybrid
Meskipun ada tinjauan pemerintah tahun depan yang mungkin melonggarkan aturan, Kia tidak melihat adanya celah bagi mobil tanpa teknologi elektrifikasi. Pabrikan secara tegas menyatakan tidak berencana mengembangkan varian hybrid untuk Picanto guna menjaga harga jualnya tetap terjangkau di kelasnya.
Masa Depan City Car yang Terhimpit Regulasi
Nasib yang menimpa Picanto sebenarnya sudah dialami oleh banyak merek lain yang mulai meninggalkan segmen mobil kecil di Eropa. Biaya tinggi untuk menyematkan teknologi hybrid baterai pada mobil murah seringkali membuat harga jualnya tidak lagi masuk akal bagi konsumen segmen ini.
Kia kini berada di persimpangan jalan antara menghadirkan pengganti Picanto berbasis listrik sepenuhnya atau benar-benar keluar dari pasar mobil kecil seperti yang dilakukan kompetitornya. Keputusan final mengenai penyusunan ulang lini produk ini akan dilakukan antara tahun 2027 hingga 2030 seiring dengan semakin ketatnya ambang batas emisi yang ditetapkan regulator.