WATES — Manajemen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memastikan seluruh kegiatan akademik di Kampus Wates tetap berjalan normal tanpa ada pergeseran lokasi pada tahun ini. Keputusan tersebut diambil melalui rapat pimpinan yang digelar Senin lalu, merespons gelombang aspirasi dari warga hingga tokoh masyarakat.
Kepala Kantor Humas dan Protokol UNY, Basikin, mengungkapkan bahwa rencana awal pemindahan prodi ekonomi terapan dan teknik terapan ke Gunungkidul kini dalam status ditunda. Pihak rektorat belum menentukan batas waktu sampai kapan penundaan ini akan berlangsung.
"Berdasarkan Rapat Pimpinan Senin lalu, dan mendengarkan aspirasi masyarakat, pemindahan prodi-prodi ekonomi terapan dan teknik terapan dari Kulon Progo ke Gunungkidul akan ditunda. Penundaannya belum ditentukan waktunya," kata Basikin.
Mengapa Rencana Pemindahan Kampus UNY Wates Ditunda?
Basikin menjelaskan, salah satu pertimbangan utama pembatalan pemindahan tahun ini adalah faktor kualitas layanan. Rektorat menilai pemindahan yang terburu-buru berisiko mengganggu pelayanan akademik bagi para mahasiswa yang saat ini menempuh studi di wilayah Bumi Binangun tersebut.
Meski demikian, kebijakan ini masih bersifat dinamis. Basikin menyebutkan bahwa rencana pemindahan bisa saja dibatalkan sepenuhnya di masa depan, asalkan ada komitmen kuat dan dukungan nyata dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo serta elemen masyarakat setempat.
"Tapi saya kira ini dinamis karena kemarin Bu My Esti (anggota DPR bidang pendidikan) menyampaikan aspirasi untuk tidak dipindah. Artinya UNY memang perlu dukungan pemerintah daerah dan masyarakat Kulonprogo dalam hal ini," ujarnya.
Dampak Ekonomi dan Aspirasi Legislatif DIY
Penundaan ini disambut positif oleh Anggota DPRD DIY, Fajar Gegana. Menurutnya, keberadaan Kampus UNY di Wates telah menjadi motor penggerak ekonomi yang signifikan bagi warga sekitar. Pertumbuhan rumah kos, warung makan, hingga kafe di kawasan kampus telah menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.
Fajar mendorong agar Pemkab Kulon Progo lebih proaktif menjalin komunikasi dengan pihak rektorat. Ia berharap prodi yang sudah ada saat ini tetap dipertahankan meskipun UNY nantinya mengembangkan sayap dengan membuka kampus baru di kabupaten lain.
"Kami mengapresiasi kebijakan UNY yang belum memindah jurusan/prodi tahun ini. Kami berharap prodi atau jurusan yang ada di UNY di Kulon Progo tidak dipindah ke Gunungkidul maupun kabupaten lainnya," tutur politisi PDI Perjuangan tersebut.
Syarat Lahan untuk Sport Education Center of Excellence
Ke depan, UNY memproyeksikan Kampus Wates untuk bertransformasi menjadi sport education center of excellence atau pusat unggulan pendidikan olahraga. Namun, visi besar ini membutuhkan ketersediaan lahan yang lebih luas guna pembangunan fasilitas gedung dan sarana olahraga baru.
Pihak kampus memberikan sinyal bahwa dukungan Pemkab Kulon Progo dalam bentuk hibah lahan sangat dinantikan untuk merealisasikan rencana tersebut. Basikin mencontohkan langkah Pemkab Purworejo yang baru-baru ini menghibahkan lahan seluas 10 hektare kepada UNY sebagai bentuk dukungan pengembangan pendidikan.
"Kebutuhan pengembangan sport education center of excellence sudah mendesak bagi UNY. Dukungan Pemkab Kulon Progo untuk dapat membantu proses hibah lahan di Bumi Binangun tentu akan menjadi angin segar," pungkas Basikin.